7 Hal yang Bisa Kamu Tiru dari Sosok Sherlock Holmes

Siapa yang tidak kenal Sherlock Holmes? Karakter detektif ciptaan Sir Arthur Conan Doyle ini begitu populer dan memiliki banyak fan-fiction. Tak hanya dari novel, Sherlock Holmes juga sering divisualiasikan ke dalam  film dan TV series, salah satunya yang dibintangi oleh Benedict Cumberbatch. TV Series ini menceritakan kehidupan Sherlock di era modern, yang bersama rekannya John Watson  (Martin Freemann) beraksi memecahkan berbagai misteri kejahatan. Sherlock Holmes yang terkenal karena kecerdasan, kesombongan dan sikap dinginnya memang suka bikin kesal orang-orang. Tapi dibalik itu, ternyata banyak juga karakter Sherlock yang bisa kita jadiin pelajaran!

1. Peduli

Walaupun diluar terlihat dingin dan anti-sosial, tapi sebenernya Sherlock adalah orang yang sangat peka dan peduli. Sebagai detektif, ia sangat memperhatikan hal-hal kecil termasuk juga memperhatikan keadaan orang-orang disekelilingnya. Sherlock memang tidak menunjukkan perhatiannya secara langsung, tetapi melalui caranya yang aneh namun terlihat manis!

2. Fokus dan Totalitas

Ketika bekerja, Sherlock Holmes sangat fokus dan tidak ingin diganggu. Ia juga sangat totalitas. Ia bisa menjadi ahli kimia, mahir menggunakan pistol, berkelahi dan bahkan ahli menyamar. Ia bahkan pernah memukuli mayat untuk mengetahui apa memar masih akan timbul setalah kematian dan menyimpan kepala manusia di kulkas untuk mengetahui cara kerja otak.

3. Bekerja sesuai passion

Sherlock ini tipe orang yang mengerjakan apa yang dia suka, mengikuti passion-nya. Dengan kemampuan deduksi, observasi yang tajam dan kemampuan menguraikan benang kusut dari kasus-kasus rumit, dia membuat sendiri pekerjaannya sebagai Consulting detective. Ia juga tidak asal-asalan memilih kasus. Jika ia memang tertarik pada suatu kasus, ia akan mengerjakan dengan sepenuh hati.

4. Realistis dan Logis

Sherlock tidak pernah membuat asumsi dan kesimpulan yang mengada-ngada tanpa melihat bukti ilmiahnya. Ia juga tidak percaya dengan hal-hal mistis ataupun yang bersifat fantasi. Contohnya ketika ada rumor mengenai anjing raksasa, ia tidak langsung mempercayai walaupun ia sudah melihat sendiri. Ia menguji terlebih dahulu kebenarannya.

5. Tidak materialistis

Bekerja demi uang tidak ada di kamus Sherlock. Ia memutuskan untuk menerima sebuah kasus atau tidak bukan berdasarkan bayaran yang dia dapatkan, tapi berdasakan menarik atau tidaknya sebuah kasus baginya. Jika kasus itu menarik ia akan bekerja sepenuh hati dan total walaupun tidak menerima bayaran. Bahkan, jika ia ditawari pekerjaan dengan bayaran tinggi sekalipun, tetapi kasusnya tidak menarik, ia tidak segan menolak lho!

6. Hidup sederhana

Sebagai detektif terkenal yang berhasil memecahkan banyak kasus  berbagai kalangan kelas sosial, kasus para bangsawan dan bahkan urusan negara, mau tidak mau Sherlock akhirnya mengantongi banyak uang. Tapi ia tetap tinggal di flat kecil, Baker Street 221b. Ia juga lebih memilih berjalan kaki dan menggunakan kendaraan umum daripada membeli atau menggunakan mobil kliennya.

7. Tidak mengejar ketenaran

Setelah memecahkan banyak kasus, dan sahabatnya John Watson menuliskan semua kisah Sherlock dalam sebuah blog yang viral, Sherlock menjadi dikenal banyak orang dari berbagai kalangan. Ia akhirnya menjadi selebrity detective, padahal sebelumnya dia adalah private detective. Namun Sherlock lebih nyaman ketika dia menjadi private detective, tidak menjadi soroton banyak orang, bahkan media. Ekstremnyam Sherlock juga menolak ketika dia mau diberi penghargaan karena berhasil membantu memecahkan kasus negera.

Google+