Kritik Santun Lewat Media Kartun

Jatenglive.com – Seiring berkembangnya teknologi yang semakin maju, siapapun dimana dan kapanpun dapat dengan mudah menyampaikan aspirasi. Sehingga banyak yang memilih bersuara di jejaring sosial ketimbang demonstrasi.

          Kartun dipilih sebagai media penyampai aspirasi karena dinilai melalui media kartun atau gambar, pesan yang disampaikan dapat lebih universal dibandingkan dengan teks. Bila melalui media teks, maka orang perlu membaca sekian lembar teks barulah kita dapat mengetahui pesan apa yang hendak disampaikan oleh penulis. Berbeda dengan kartun, yang hanya cukup satu gambar saja sudah dapat menjelaskan banyak makna yang terkandung di dalam gambar tersebut. Kartun menjadi media aspirasi yang cukup efektif dalam melihat fenomena sosial. Tidak jarang, kritik sosial dapat tersalurkan dengan unik melalui media gambar ini. Pada umumnya kartunis menampilkan gambar dengan sindiran yang tajam namun dikemas dengan gambar yang lucu supaya mudah diingat dan dipahami oleh masyarakat.

          Di Indonesia sudah banyak kartunis yang berprestasi di tingkat internasional, bahkan salah satu yang paling berprestasi adalah kartunis asal Kota Semarang, Jitet Koestana yang mendapatkan rekor MURI dengan memiliki lebih dari 130 penghargaan internasional.

        Baru-baru ini, Jitet Koestana mengajak kartunis seluruh Indonesia dan juga kartunis dunia untuk mengadakan pameran kartun bertajuk “Jitet And Friends Exhibition” yang diadakan di galeri kartun miliknya.

         Menurut Jitet Koestana saat kami wawancarai beberapa waktu lalu, acara-acara eksibisi seperti ini sangat penting acara ini karena melalui acara ini dapat memberi inspirasi dan spirit bagi generasi muda. Jika generasi muda terpasung oleh generasi tua yang tidak mau memberi peluang kepada generasi muda untuk mengembangkan kartun karyanya, maka generasi muda lama-kelamaan akan habis dan tidak ada lagi generasi penerus kartunis di dunia, khususnya di Indonesia.

       Jitet Koestana berpesan kepada generasi muda untuk tidak minder dengan kartunis luar negeri, karena menurutnya kita makan karbohidrat dan minum air serta hidup di bawah langit yang sama, sehingga kualitas kartunis Indonesia adalah sama bahkan bisa lebih hebat dibandingkan dengan kartunis dari luar negeri.

Google+