MAKANAN KHAS KARANGANYAR YANG WAJIB KALIAN CICIPI

JatengLive.com -  Kabupaten Karanganyar adalah salah satu Kabupaten yang terkenal dengan objek wisata Candi Cethonya, tidak hanya objek wisatanya yang terkenal akan tetapi kuliner khasnyapun juga terkenal. Kabupaten yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Magetan di bagian timur, Kota Surakarta dan Kabupaten Boyolali di bagian barat, Kabupaten Sragen di bagian utara, serta Kabupaten Sukoharjo dan Kabupaten Wonogiri di bagian selatan ini memiliki beberapa makanan khas yang wajib dicoba saat berkunjung. Lalu apa saja sih makanan khas asal Kabupaten Karanganyar??

1. Sate landak

Untuk pecinta kuliner ekstrim kali ini wajib mencoba mencicipi hidangan sate landak. Sate landak ini bisa dinikmati di Rumah Makan Gunung Mas, Jl. Raya Tawangmangu-Matesih Km 2. Satu-satunya penjual sate landak hanya di rumah makan tersebut, jadi gampang sekali jika ingin mencarinya, cukup bertanya dengan orang-orang di sekitar Tawangmangu saja. Sate landak ini memiliki tekstur seperti sate kambing dan rasanya seperti sate ayam. Satu porsi 10 tusuk dengan harga Rp 20.000,00. Memang cukup mahal, karena bahan baku yang memang sulit dicari dan patut untuk mencoba makanan ekstrim ini. Selain diolah menjadi sate, landak juga diolah menjadi tongseng dan rica-rica, untuk satu porsinya juga Rp 20.000,00.

2. Timus

Timus adalah makanan yang terbuat dari ketela atau ubi jalar yang diparut dan digoreng. Cara pembuatannya sendiri cukup gampang hanya memerlukan satu kilogram ubi jalar, lima sendok makan tepung sagu, dan minyak goreng. Untuk bumbunya terdiri dari gula pasir, garam, kelapa muda parut. Ubi jalar yang sudah disiapkan diparut dan dikukus. Setelah itu dihaluskan sampai benar-benar lembut. Kemudian dicampur rata dengan bumbu dan dibikin bentuk sesuai selera dan digoreng sampai matang. Saat ini belum banyak rumah makan yang menyediakan timus, dan baru bisa ditemui di pasar-pasar tradisional saja.

3. Walangan

Meski bernama walangan, bukan berarti bahan dasarnya walang atau belalang. Melainkan berbahan dasar singkong yang diparut dan dicampur gula merah. Cara pembuatannya juga mudah singkong yang telah dikupas diparut, dibuat seperti lidi dan digoreng setengah matang menggunakan minyak kelapa. Lalu ditiriskan semalaman. Kemudian digoreng lagi sambil dicampur dengan larutan gula merah. Kemudian diangkat dan didiamkan sebentar agar tak terlalu panas. Kemudian dibuat bulatan-bulatan dan terakhir dikemas. Biasanya harganya Rp 15 ribu per kilogram. Kita bisa menemui walangan atau grubi di toko oleh-oleh atau di sentra kuliner di Karanganyar

4. Bakpia

Bakpia asal Karanganyar berbeda dengan bakpia yang ada di Jogjakarta, kenapa berbeda? Jika bakpia dari Jogjakarta isinya kacang hijau, keju atau coklat akan tetapi bakpia di Karanganyar berisi pisang dan ubi cilembu. Masyarakat membuat inovasi ini untuk memanfatkan hasil budidaya pisang raja dan ubi cilembu di kawasan Tawangmangu, tidak hanya warga Karanganyar yang merasakan kelezatan dari bakpia tersebut akan tetapi wisatawan yang mengunjungi daerah Karanganyar dapat membawa pulang bakpia ini untuk dijadikan oleh-oleh keluarga dirumah.

Google+