Mengubah Limbah Sawah Menjadi Maha Karya Kreativitas Tinggi

JatengLive.com - Jalan Baru Pucang Desa Jenggawur, Kecamatan Banjarmangu, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah Sabtu (26/8/2017) mendadak menjadi ramai Tak seperti biasa, ratusan orang memadati jalan pedesaan yang sehari-hari lengang itu. Sejak di persimpangan jalan, setiap orang yang datang disambut sebuah gapura serta puluhan patung yang seluruhnya terbuat dari jerami kering.

Dalam festival tersebut, para pemuda desa berkreasi membentuk berbagai macam hewan dan benda lainnya dengan bahan baku jerami. Memang, jerami-jerami tersebut dibuat dengan beragam bentuk. Antara lain replika alutsista tank dan meriam. Ada yang berbentuk rumah, candi, burung, dan ulat bulu. Beragam tampilan tersebut yang membuat warga datang berbondong-bondong untuk berswafoto. Beragam replika berbahan jerami itu berawal dari  tangan-tangan terampil sejumlah pemuda di Banjarnegara. Karang Taruna Pelita Mas satu di antara kelompok pemuda yang menginisiasi pembuatan patung berbahan jerami tersebut.

Pawit mengatakan, ide pembuatan patung berbahan jerami itu berawal dari keprihatinan bersama terhadap pencemaran limbah di sawah penduduk. Biasanya, selama ini jerami yang merupakan sisa hasil panen petani biasa dibakar sehingga menimbulkan pencemaran udara. Padahal, jika mau, jerami itu dapat diolah kembali menjadi barang bernilai guna. Selain itu petani dapat mengolahnya kembali menjadi pupuk kompos yang berguna untuk menyuburkan tanah dan tanaman imbuh Pawit.

Pada Festival Jerami Banjarnegara 2017 terdapat banyak patung-patung raksasa dari jerami yang berbentuk tank, meriam, ulat bulu, burung pelatuk, candi, dan aneka jenis hewan berbahan jerami itu berhasil tercipta jadi karya seni yang unik. Bahan jerami sebanyak 3 mobil pick up disusun dan dipadatkan sesuai dengan kerangka bambu dan kayu di dalamnya. Adapun pengikatnya menggunakan tali rafia dan paku.

Selain itu panitia juga mengadakan fashion show dengan busana yang terbuat dari bahan baku kertas bekas, kantong plastik, bekas botol, anyaman bambu dan lainnya.  Perhelatan Festival Jerami 2017 ini diharapkan akan menggugah warga untuk memanfaatkan berbagai macam barang bekas agar memiliki nilai lebih.

Google+