Pertolongan Pertama Atasi 4 Masalah pada PC

JATENGLIVE.COM - Sebagian besar pengguna PC tentu pernah mengalami kejadian kurang mengenakkan, mulai dari serangan virus hingga kerusakan hardware.

Layaknya keadaan darurat lain, ketika yang semacam ini terjadi, kunci selamatnya adalah jangan panik.

Kemudian, Anda bisa melakukan langkah-langkah penanganan pertama seperti yang dilansir dari KompasTekno berikut:

Layar laptop rusak

Entah karena tertimpa benda berat, tertusuk benda tajam, atau memang sudah waktunya rusak, layar adalah bagian penting yang cukup rentan di laptop.

Apabila layar tak berfungsi seperti biasanya, yang pertama perlu dilihat adalah komponen apa yang bermasalah.

Jika kerusakan bisa dipastikan berada pada layar (misanya retak), Anda bisa tetap memakai laptop dengan catatan tampilan antarmuka sistem operasi di layar masih bisa dilihat dengan jelas.

Kalau bukan begitu keadaannya, atau jika layar tak mau menyala sama sekali, cobalah menancapkan monitor eksternal pada konektor display-out di laptop, bisa berupa VGA, DisplayPort, DVI, atau HDMI.

Beberapa laptop memiliki mode external display yang mesti diaktifkan untuk memakai monitor eksternal, biasanya lewat tombol Function.

Apabila memang layar yang bermasalah, maka seharusnya laptop akan bisa menampilkan tampilan display di monitor eksternal. Sebaliknya, kalau layar masih juga gelap, mungkin kerusakan terletak pada bagian lain seperti kartu grafis sehingga harus dibawa ke pusat servis terdekat.

Sedikit sisi “positif” dari kerusakan layar adalah ia tak harus segera diperbaiki. Anda bisa saja terus memakai laptop asalkan masih bisa paham dengan tampilan di layar, atau dengan memakai monitor eksternal tadi. Ini sebaiknya hanya dilakukan jika benar-benar terpaksa, seperti jika sedang dikejar deadline skripsi.

Tentu, kalau memang ada waktu, sebaiknya jangan menunda perbaikan layar laptop sebelum kerusakan bertambah parah.

 

File penting terhapus

Definisi “file penting” di sini terbagi dua, yakni file yang penting untuk Anda pribadi -misalnya foto kenangan- dan file yang penting untuk komputer agar bisa berfungsi dengan normal, alias system files.

Untuk kasus jenis file pertama, apabila baru saja terhapus tak sengaja, Anda bisa mengembalikan file dengan cara menekan kombinasi tombol Ctrl+Z di desktop.

Ya, betul, aksi “undo” tersebut bisa dipakai untuk membatalkan aksi terakhir yang dilakukan, termasuk penghapusan file.

File sudah hilang beberapa waktu? Cobalah mencarinya dengan bantuan fitur search di Explorer. Boleh jadi dia tak benar-benar terhapus, tapi tak sengaja berpindah ke folder lain. Jangan lupa untuk turut membuka Recycle Bin, siapa tahu file yang dicari ngendon di sana.

Terakhir, cobalah memakai program data recovery seperti Recuva, atau fasilitas “previous version” Windows 7 dan File History Windows 8.

Di Windows 7, klik kanan folder tempat menyimpan file yang terhapus, lalu pilih opsi “Restore previous”. Sejumlah pilihan folder backup yang dibuat berdasarkan tanggal akan muncul dan bisa dipilih. Untuk Windows 8, Anda bisa mengakses menu File History dan memilih opsi “Restore personal Files.

Untuk Windows 10, fitur "previous version" dan File History juga tersedia.

 

Komputer ketumpahan air

Yang satu ini terbilang sering terjadi, entah melibatkan kopi, teh, soft drink, atau air putih biasa. Saat minuman tertumpah ke komputer, hal pertama yang harus dilakukan adalah mematikan komputer secepat mungkin.

Segera cabut kabel dan lepaskan baterai (untuk laptop) untuk mencegah korslet akibat kontak antara air dan komponen elektronik  yang bisa menyebabkan cedera atau kebakaran.

Setelah itu, balikkan komputer agar air mengalir keluar. Misalnya, apabila laptop terkena tumpahan di bagian keyboard, maka putar laptop agar keyboard menghadap ke arah bawah. Seka komputer dengan lap kering.

Lalu, tunggu beberapa lama untuk meyakinkan komputer sudah benar-benar kering sebelum dinyalakan kembali.

 

Kena virus

Kejadian inilah yang mungkin paling sering menimpa pengguna komputer, baik disadari maupun tidak. Virus bisa berasal dari berbagai sumber, misalnya lewat pop up mencurigakan yang muncul saat browsing, USB flash disk, atau materi software bajakan.

Apa yang mesti dilakukan saat komputer terjangkit virus? Pastikan dulu bahwa komputer benar-benar “sakit” dengan melihat gejala keberadaan virus.

Ini pun dapat bermacam-macam bentuknya, bisa berupa penurunan kinerja, crash program, atau iklan pop-up yang tiba-tiba jadi sering muncul. Kecuali ada peringatan eksplisit dari program antivirus, sulit meyakinkan apakah komputer memang terkena virus atau mengalami masalah lain.

Dipastikan terjangkit virus atau tidak, yang jelas, saat kecurigaan muncul, hal pertama yang harus dilakukan adalah memutus komputer dari sambungan internet. Ini karena pembuat virus zaman sekarang mampu mengontrol komputer yang terinfeksi dari jauh lewat perantara internet.

Salah-salah, si pembuat virus bisa mencuri data dari, atau mengubah komputer terinfeksi menjadi “zombie” alias dipakai mengerjakan hal lain tanpa sepengetahuan pengguna (misalnya digunakan untuk melancarkan serangan cyber terhadap suatu sasaran, bersama dengan ribuan komputer zombie lain).

Usaha mengenyahkan virus bisa dengan melakukan booting ke safe mode Windows. Caranya adalah dengan menekan tombil F8 berulang kali saat komputer booting. Pilih opsi “Safe Mode with Networking” di menu Advanced Boot Options yang muncul.

Dalam safe mode, Windows hanya memanggil fungsi-fungsi kritis yang diperlukan untuk menjalankan komputer. Virus pun biasanya tak aktif di sini sehingga kamu bisa memasang dan menjalankan program antivirus atau anti malware untuk “menyembuhkan” komputer.

Google+