Safety Riding, Cara Yang Paling Tepat Berkendara, Yuk Ikuti Seminarnya !

JATENGLIVE.COM - SEMARANG. Hanya bisa berkendara saja tidaklah cukup, namun dibutuhkan juga pengetahuan tentang kemampuan berkendara yang benar, baik dan aman. PT Total Oil Indonesia mengadakan Kampanye Safe Riding with Total Hi-Perf digelar di Gedung Serbaguna Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Diponegoro (Undip), Kampus Tembalang Kota Semarang, Rabu (29/11/2017) dengan tiga pembicara sekaligus, yakni Brand Manager PT Total Oil Indonesia Magdalena Naibaho, Kanit Dikyasa Satlantas Polrestabes Semarang AKP Ryke Rhimadhila, dan Kaprodi Teknik Sipil Undip Bagus Hario Setiadji.

Seminar ini bertujuan mengedukasi tata cara berkendara secara baik dan aman. Kegiatan ini merupakan kegiatan awal di Jawa Tengah pada tahun ini yang dilaksanakan oleh produsen pelumas asal Perancis tersebut .


Pada kesempatan itu, AKP Ryke pun sempat mengkritisi perilaku berkendara para mahasiswa, tak terkecuali yang ada secara umum di Undip.
Menurutnya, perilaku yang kerapkali dilihatnya, termasuk saat dirinya menuju kegiatan tersebut yakni masih ditemukannya kebiasaan mereka yang berkendara tak menggunakan helm.
"Ini bukan soal jauh-dekat jarak antara kos dengan kampus. Kejadian kecelakaan lalu lintas tidak memandang itu apalagi usia pengendaranya. Itu semua lebih kepada faktor kepatuhan berkendara demi keselamatan diri sendiri dan oranglain," tandas AKP Ryke.
Seperti yang di sadur dari Tribunjateng.com, Rabu (29/11/20117), dia menegaskan, edukasi secara berkesinambungan seperti halnya dilakukan PT Total Oil Indonesia tersebut sangat dibutuhkan.


Pihaknya pun bersepakat apabila yang menjadi sasaran adalah para mahasiswa dan juga pelajar.

"Sebab, jika melihat data kami, korban maupun pelanggarnya notabene adalah pelajar dan mahasiswa. Prosentasenya berada di urutan kedua setelah pekerja swasta seperti buruh industri. Kendaraan terbanyak adalah sepeda motor," ucapnya.


Di sisi lain pihaknya bersyukur, namun tidak menjadi sebuah tolak ukur pasti semakin tertibnya masyarakat patuh dalam berkendara.
Di Kota Semarang, pada Triwulan Pertama 2016, jumlah kecelakaan lalu lintas yang terjadi mencapai sekitar 236 ribu kasus.

"Menurun sedikit di Triwulan Pertama 2017 ini yang sebanyak sekitar 233 ribu kasus. Dari jumlah tersebut, yang meninggal dunia ada sekitar 46 jiwa. Itu data di triwulan pertama. Data juga menyebutkan 42 persen di antaranya pelaku pelanggarnya adalah pelajar dan mahasiswa," terangnya.
Menurutnya, berkaca dari data-data tersebut pihaknya di Satlantas Polrestabes Semarang berkomitmen pula untuk tak berhenti menggalakkan kampanye baik itu di berbagai instansi, sekolah, maupun perguruan tinggi.

"Semua itu kami lakukan pula untuk menekan pelanggaran, kecelakaan lalu lintas, serta mengurai kemacetan di jalanan. Selain itu pula yakni menggalakkan lima pilar keselamatan berlalu lintas. Dan demi terciptanya keselamatan itu, kami juga akan giat melakukan berbagai penindakan pelanggaran," tandasnya.


Terpisah, Brand Manager PT Total Oil Indonesia Magdalena Naibaho menyampaikan dasar awal pihaknya rutin menggelar kampanye safe riding tersebut diambil dari data angka kecelakaan lalu lintas di Indonesia yang cukup tinggi.

"Sebenarnya ada dua faktor tingginya kecelakaan di Indonesia. Yakni tumbuhnya jumlah kendaraan dan belum terpenuhinya skill berkendara. Dan itu semua intinya pada safe riding. Karenanya kami coba masuk untuk melakukan kampanye tersebut secara konsisten dan berkesinambungan," ucapnya.

Magdalena mengutarakan, safe riding yang dilakukan ini telah memasuki tahun ketiga.
Dimana tahun pertama dan kedua notabene dilakukan di wilayah Jabodetabek.
Dan di tahun ini, pihaknya mencoba masuk ke wilayah-wilayah di luar itu.

"Tahun ini kami coba fokus laksanakan kampanye di kalangan mahasiswa. Setidaknya ada enam titik yang menjadi target kami, yakni di Jawa Barat dan Jawa Tengah. Selain Undip Semarang, di Jawa Tengah ada di Universitas Sebelas Maret Surakarta, dan Unika Soegijapranata Semarang," terangnya.

Dia menginformasikan, di setiap kampus itu, peserta dibekali ilmu seputar cara berkendara yang baik dan benar serta sosialisasi tata tertib lalu lintas.

Selain dibekali dengan materi presentasi, mereka juga diajak ikut serta dalam kegiatan Tantangan SIM Total.
"Tantangan SIM Total itu merupakan permainan daring yang menantang peserta, bahkan yang sudah memiliki SIM sekalipun, terhadap pengetahuan mereka berkendara melalui pemanfaatan materi ujian tertulis SIM sebagai soalnya," ungkapnya.

Secara umum, tambahnya, pihaknya melalui PT Total Oil Indonesia berharap dapat bermanfaat bukan hanya bagi peserta yang hadir, tetapi juga secara tidak langsung memberikan nilai tambah yang lebih terhadap perilaku berkendara para pengguna kendaraannya. (*)

Google+