Hotel Trio Solo Peninggalan Belanda

Penjajahan Belanda di Indonesia selama 3.5 th masih meninggalkan beberapa bangunan tempat bersejarah, salah satunya yang ada di Solo. Di Solo ada hotel yang mempunyai bangunan unik. Hotel Trio di Solo mempunyai bangunan yang masih asli dari zaman Belanda.

Hotel ini awalnya milik Tjokro Soemarto, saudagar batik di Laweyan pada awal 1900-an, kemudian disewa Tjoa Boen King. Ketika ada saudara Boen King, pengelola Hotel Trio di Yogyakarta, mencari tempat untuk penginapan dengan nama sama, rumah ini jadi pilihan.

Rumah sewaan tersebut kemudian dibeli putra Boen King, Djoenadi Tjokrohandojo, pada 1970-an, saat bisnis penginapan semakin berkembang. Sekarang, penanggung jawab hotel adalah putri Djoenadi, Indriati Tjokrohandojo, 60-an tahun. 

Dahulu Hotel Trio kembar dengan bangunan yang ada di seberang jalan yang sekarang sudah menjadi Toserba Asia Baru. Pertama kami dibangun, bangunan ini terdiri dari dua bangunan yang dipisahkan oleh halaman, bangunan dedan sebagai tempat penginapan dan bagian belakang sebagai tempat tinggal. namun kini bangunan yang tersisa hanyalah bagian rumah utama bagian depan saja.

Warna bangunan berwarna kuning dan hijau pada daun pintu dan jendela memperlihatkan bahwa bangunan ini mendapat pengaruh dari gaya kraton. namun jika dari permaknaan Tionkon maka warna hijau melambangkan unsur kayu (Mu) yang artinya panjang umur, pertumbuhan dan keabadian, sedangkan warna kuning merupakan simbol dari unsur tanah (Tu) yang artinya kekuatan dan kekuasaan. 

Ciri khas bangunan Belanda masih terlihat jelas ketika memasuki bagian dalam Hotel Trio. Lantai di ruang utama atau ruang bawah masih menggunakan tegel bermotif flora. 

Kunikan juga di jumpai di kamar hotel yang memiliki kusen dan daun pintu dengan tinggi 3,5m. Disetiap kamar terdapat meja dengan permukaan marmer.

Tangganya memiliki railing kayu serta balustrade dari besi dan kayu. Dari bawah hingga bordes menggunakan balustrade kayu, sedangkan dari bordes ke lantai 2 adalah balustrade asli dari besi tuang.

Rumah tinggal di bagian belakang sudah berganti jadi deretan kamar dua lantai yang saling berhadapan, mengapit courtyard. Ukuran kamarnya lebih kecil dibanding kamar di bangunan lama.

Walaupun hotel ini merupakan bangunan lama, tetapi jauh dari kesan menyeramkan. Bagi yang ingin merasakan menginap di hotel dengan suasana heritage, hotel ini cocok untuk dijadikan pertimbangan menginap saat berkunjung ke kota Solo. Selain karena lokasinya yang sangat strategis karena dekat kawasan pecinan dan pusat kota Solo yang dapat ditempuh dengan berjalan kaki.

Hotel Trio Solo
Alamat : Jl. Jendral Urip Sumoharjo No. 25, Kepatihan Wetan, Jebres, Kota Surakarta, Jawa Tengah 57129
Telepon : 0271632847

Keyword:
Google+