Mengenang Path, Social Media yang Sempat Berjaya di Indonesia

Membahas dinamika penggunaan Social Media di Indonesia memang menarik. Berbagai Sosial Media secara bergantian pernah berjaya di tanah air dengan jumlah penggunaan dan popularitasnya yang tinggi. Sebut saja Yahoo Messenger, Friendster, Facebook, Twitter, Path, Ask.fm, SnapChat, dan Instagram adalah deretan layanan aplikasi Social Media yang pernah populer di Indonesia. Facebook, Instagram, dan Twitter masih banyak digunakan hingga saat ini. Namun, beberapa di antaranya mulai ditinggalkan para penggunanya bahkan berhenti beroperasi.

Persaingan antar layanan Media Sosial yang ketat membuat beberapa aplikasi tidak mampu bersaing. Path, salah satu Media Sosial yang pernah berjaya di Indonesia, adalah contoh nama yang harus tutup dan hilang dari peredaran dunia maya.

Didirikan pada November 2010, Path mulai berjaya pada tahun 2014. Fitur-fitur yang unik dan berbeda dari aplikasi lainnya membuat Path digandrungi oleh banyak orang, khususnya di kalangan anak-anak muda. Path bisa dibilang sebagai Social Media yang digunakan untuk ajang “pamer” para penggunanya.

Salah satu fitur yang khas dari Path adalah fitur Check In. Melalui fitur ini, pengguna dapat memamerkan lokasi keberadaannya. Fitur lokasi ini juga dapat secara otomatis menampilkan update jika seorang pengguna baru saja tiba di suatu kota. Fitur lain yang kerap digunakan penggunanya adalah Listening to. Dengan fitur ini, pengguna dapat berbagi tentang lagu apa yang sedang didengarkannya. Pengguna juga bisa melakukan update tentang waktu tidur dan bangunnya (Sleep dan Awake). Selain itu, ada fitur Path Daily yang memungkinkan pengguna menulis kata-kata dalam bentuk gambar. Fitur ini biasanya digunakan untuk membagi quotes atau kata-kata mutiara. Di samping fitur-fitur unik tersebut, Path juga memiliki fitur-fitur yang umum tersedia di aplikasi lainnya. Seperti berbagi foto, update status, dan fitur chat (Path Talk).

Path sejatinya telah berhasil meruntuhkan popularitas Twitter pada saat itu. Namun, pada tahun 2017, giliran Path yang menjadi ‘korban’ naik daunnya popularitas Social Media lainnya. Saat itu, fitur baru Instagram Story pada Instagram, berhasil mengalihkan banyak pengguna Social Media untuk lebih aktif menggunakan Instagram. Sejak saat itu, Path mulai ditinggalkan penggunanya.

Tidak seperti Twitter yang bertahan di masa-masa penurunan popularitasnya, Path memilih untuk menyerah dan menutup layanannya. Pada 1 Oktober 2018, Path mengumumkan pengunduran dirinya melalui pengumuman yang dimuat di aplikasinya. Hari ini, tepat 1 tahun yang lalu Path telah resmi berhenti beroperasi.

Image result for path social media goodbye

Keyword:
Google+