Timbul Jerawat Belum Tentu Karena Tak Cocok Skin Care







Pilihan produk perawatan kulit yang beragam di pasaran membuat banyak orang tak ragu mencoba-coba produk untuk mengatasi masalah kulit mereka. 

Namun, beberapa orang justru mendapati jerawat atau bruntus setelah mencoba produk baru tersebut. Sehingga mereka mengira, jerawat timbul karena produk tidak cocok dengan kulit. 

Padahal, munculnya reaksi kulit ketika beradaptasi dengan produk baru sebetulnya adalah hal wajar. 

"Banyak salah persepsi di masyarakat. Jerawat bukan karena tidak cocok skin care. Penyebabnya bukan cuma skin care." 

Demikian diungkapkan oleh Head of Erha.DNA, dr. Devina Nova Estikaratri di kawasan Senayan, Jakarta Selatan, Kamis (24/10/2019) 

Menurut Devina, kulit memerlukan waktu beradaptasi ketika mencoba produk perawatan baru. Waktu adaptasi tersebut berbeda-beda pada setiap orang. Beberapa orang bisa hanya memerlukan waktu beberapa hari, sementara beberapa orang lainnya membutuhkan waktu lebih lama. 

Untuk mendapatkan jawaban akurat mengenai kecocokan kulit dan produk perawatan kulit, kita bisa meminta bantuan dokter atau menggunakan teknologi medis lainnya. 

Erha DNA, misalnya, telah mengembangkan teknologi berbasis Artificial Intelligence (AI) dan DNA untuk menentukan produk personalisasi yang cocok untuk masing-masing individu. 

Sehingga, kecocokan terhadap produk perawatan kulit tidak didasari oleh opini pribadi. 

Lebih jauh, jerawat bisa muncul karena faktor internal maupun eksternal. Mulai dari pola makan, kebiasaan minum air, rutinitas olahraga, rutinitas memakai tabir surya ketika bepergian ke luar rumah, tingkat polusi udara, dan lainnya. 

"Jadi jerawat sangat banyak faktornya, bukan mutlak karena ketidakcocokan dengan skin care," kata dia.

 

Artikel asli : https://lifestyle.kompas.com/read/2019/10/24/204208320/timbul-jerawat-belum-tentu-karena-tak-cocok-skin-care

Keyword:
Google+