Bahaya Duduk Lama, Otak Nggak Aman

JATENGLIVE.COM - Waspada dengan gaya hidup sedentari alias malas bergerak atau misalnya duduk terlalu lama. Penelitian terbaru dari Public Library of Science mengungkapkan bahwa terlalu lama berada dalam posisi duduk dapat mengubah kinerja otak. Yaitu menyusutkan sebagian otak yang bertanggungkawab dalam penyimpanan memori.

"Para peneliti menemukan bahwa perilaku sedentari memicu penipisan lobus temporalis medial pada otak. Aktivitas fisik, dengan intensitas tinggi sekalipun, tidak cukup mengimbangi efek yang dhasilkan dari duduk untuk waktu yang lama," ungkap para peneliti dalam laporannya yang diterbitkan di Arteriosclerosis, Thrombosis, and Vascular Biology, ini.

Berdasarkan penelitian tersebut, kondisi duduk dibagi menjadi dua kemungkinan. Pertama, kondisi duduk yang secara mental aktif. Secara mental aktif maksudnya adalah ketika Anda berada di posisi duduk sekaligus mengerjakan suatu hal, seperti bermain puzzle, menulis, mengetik atau bermain game di komputer. Berikutnya adalah kondisi duduk yang secara mental tidak aktif. Maksudnya adalah ketika Anda duduk secara pasif, seperti sambil menonton TV atau film.

Seperti diberitakan dari LA Times, para peneliti dari Institut Semel UCLA dan Pusat Kognitif Neuroscience melakukan wawancara serta tes pada 35 orang dengan usia 45 dan 75 tahun. Mereka mengukur bagaimana waktu duduk atau tingkat aktivitas fisik yang dilaporkan para peserta dengan ketebalan struktur otak mereka. Subyek penelitian melaporkan waktu duduk rata-rata peserta adalah tiga hingga 15 jam sehari.

Ilustrasi antre wawancara kerja. shutterstock.com

Hasil penelitian menunjukkan, dibandingkan dengan seseorang yang duduk selama 10 jam sehari, seseorang dengan usia yang sama dan memiliki kebiasaan duduk selama 15 jam sehari memiliki lobus temporal medial 10 persen lebih tipis.

Lalu, bagaimana bisa kebiasaan duduk lama ini mempengaruhi otak Anda? Diketahui kinerja otak Anda terhubung ke seluruh tubuh. Jadi, apa pun yang dapat mempengaruhi komposisi tubuh Anda, sirkulasi darah, atau metabolisme suatu saat dapat berdampak negatif pada otak Anda.

Penelitian yang menempatkan relawan sehat pada posisi diam di tempat tidur selama lima hari.  Mereka melihat perubahan pada resistensi insulin, dislipidemia, peningkatan tekanan darah, dan fungsi abnormal pembuluh darah kecil peserta. Memang masih dibutuhkan lebih banyak penelitian untuk menentukan semua perubahan yang terjadi saat duduk dengan jangka waktu lama dan bagaimana hal ini dapat mempengaruhi otak. Namun, intinya adalah kemungkinan tubuh Anda tidak dirancang untuk berada dalam suatu posisi, termasuk duduk,  dalam waktu yang lama.

Studi lain yang dipublikasikan di Public Library of Science menjelaskan bahwa gerakan konsisten sepanjang hari lebih baik dibandingkan satu jam latihan yang intens. "Satu jam latihan fisik harian tidak dapat menggantikan efek negatif ketidakaktifan pada tingkat insulin dan lipid plasma dari kebiasaan duduk lama. Mengurangi ketidakaktifan fisik dengan meningkatkan waktu yang dihabiskan untuk berjalan lebih efektif daripada melakukan satu jam latihan fisik," tulis para peneliti.

Mungkin dengan melakukan aktivitas gerak yang konsisten dapat memerangi masalah penyusutan otak, juga menangkal sejumlah masalah kesehatan lainnya. Pertimbangkan untuk naik tangga dibanding menggunakan lift, atau berjalan-jalanlah sebentar setelah makan siang. Pastikan Anda tidak duduk terus menerus. Bangun dari kursi Anda setiap beberapa jam sekali.

(Artikel ini telah tayang di Tempo.co dengan judul Jangan Duduk Lama Agar Otak Anda Aman, Simak Penjelasannuya)

Google+