Cobain Nasi Jangkrik khas Kudus yang Nikmat

JATENGLIVE.COM - Nasi jangkrik, makanan khas Kudus ini dikenal oleh masyarakat sebagai nasi yang dibagikan ketika acara Buka Luwur mbah Sunan Kudus pada tanggal 10 Muharrom.

Nasi ini dibungkus daun jati, bersanding dengan lauk daging kerbau yang dimasak dengan bumbu rahasia.

Saat membuka bungkusan daun jati ini, aroma nasinya menjadi berbeda, lebih sedap dari pada sebelumnya.

Kuah daging kerbau yang disiram langsung di atas nasi, membuat nasi ini tercampur dengan bumbu pula.

Namun nasi yang menjadi rebutan ribuan orang kala 'asyuro kini bisa ditemukan di sebuah angkringan.

Nasi Jangkrik khas Kudus

Nasi Jangkrik khas Kudus

Muhammad Muwafiq (30), merupakan pemilik angkringan Kidoel Soetjen yang menjual makanan khas ini.

Letaknya berada di Jalan Menara, sekitar 150 meter sebelah selatan Menara Kudus yang menjadi satu di antara ikon Kota Kudus.

"Tak banyak orang yang menjual, bahkan mengenal makanan khas ini. Karenanya saya terinspirasi untuk menjadikan makanan ini sebagai menu utama di angkringan Kidoel Soetjen," tuturnya.

Enam tahun lamanya menu ini sebagai utama di angkringan miliknya. Bahkan saat angkringan miliknya hanya berupa gerobak, berjualan di pinggir jalan dan belum memiliki tempat seluas sekarang.

Dirinya berharap, dengan mengangkat nasi jangkrik maka akan semakin banyak orang yang mengenal dan mencintai makanan khas ini.

"Orang yang tak tahu menjadi tahu, dan yang telah tahu menjadi rindu. Kami yang akan menyediakan obat bagi perindu makanan ini," ujar pria asli Desa Kauman ini sembari tertawa.

Angkringan Kudus dengan makanan khasnya Nasi Jangkrik

Angkringan Kudus dengan makanan khasnya Nasi Jangkrik 

Wafiq menyediakan sekitar 120 porsi nasi jangkrik setiap malamnya. Siti mahmudah (55) , ibu dari pria inilah yang memasaknya.

"Meskipun butuh sekitar lima jam untuk memasak makanan ini, namun kami tak pernah lewatkan untuk memasak dan menjualnya," tutur wanita yang mengenakan hijab hitam kala itu.

Selain nasi jangkrik, angkringan yang buka pukul 18.00 hingga 23.30 WIB ini juga menjual berbagai menu lainnya.

Nasi bakar, nasi mbededek, nasi kering, aneka sate juga dapat dipilih oleh pengunjung.

Angkringan ini juga menyediakan menu bakaran, yakni pengunjung bisa meminta untuk menyajikan gorengan dan makanan lain dimasak dengan cara dibakar.

Untuk minuman, Wafiq menyediakan minuman khas angkringan ini, yakni jahe sampah yaitu minuman yang terdiri dari berbagai rempah.

Bagi pengunjung yang tidak suka, juga tersedia berbagai minuman lainnya.



Artikel ini telah tayang di Tribunjateng.com dengan judul Menikmati Nasi Jangkrik Khas Kudus di Angkringan Dekat Masjid Menara.

Google+