Gethuk Bokong Khas Batang yang Manis dan Menggiurkan

JATENGLIVE.COM- Apa yang ada di benak anda saat mendengar getuk bokong?

Ets jangan beranggapan jorok dulu, karena getuk bokong yang dalam bahasa Indonesia berarti getuk pantat ini merupakan makanan tradisional khas dari lerang gunung Prahu.

Tepatnya di Desa Wonosari, Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang yang masih memproduksi kuliner tersebut.

Makanan dengan bahan dasar singkong dan gula aren tersebut dapat anda beli dengan harga Rp 5.000 hingga Rp 12.000.

Adapun suami istri Sunaryo (51) dan Ponirah (41) satu-satunya yang masih membuat getuk bokong.

Diterangakan Sunaryo, dinamakan gethuk bokong karena bentuknya menyerupai bokong atau pantat.

"Banyak orang yang menyebut getuk bokong, karena bentuknya yang menyerupai bokong," ujarnya.

Dengan lebar sekitar 23 centimeter dan ketebalan 3 centimeter, kuliner khas Desa Wonosari tersebut dijual oleh sang pembuat hingga Dieng dan Kabupaten Banjarnegara.

"Kami biasa jual ke pasar Bawang dan pasar Dieng hingga Kabupaten Banjarnegara dan Alhamdulillah laris manis habis terjual," imbuhnya.

Pria 51 tahun tersebut juga menjelaskan proses pembuatan getuk bolong cukup memakan waktu, pasalnya singkong harus dikupas dan dicuci hingga bersih lalu diparut, setelah itu airnya dibuang dengan cara diperas sampai benar-benar kadar airnya berkurang.

"Setelah kering lalu rebus selama lima belas menit, saat direbus adonanya diberi garam secukupnya dan gula aren, tapi ada yang hanya di campur garam, dan setelah itu ditumbuk agar tidak menggumpal, yang terakhir dicetak menggunakan baskom," pungkasnya.



Artikel ini telah tayang di Tribunjateng.com dengan judul Jalan-Jalan ke Pekalongan Jangan Lupa Rasakan Getuk Bokong, 

Google+