Hangatnya Kopi-Kopi Asli Banjarnegara Yang Tidak Kalah Dari Kopi-Kopi Lain di Indonesia

JatengLive - Banjarnegara, Jawa Tengah. Tidak hanya memiliki kekayaan budaya beraneka, dari sisi kuliner pun Banjarnegara, Jawa Tengah juga memiliki minuman yang tidak banyak orang yang tahu. Minuman kopi di Indonesia sudah sangat terkenal, dengan kualitas dan rasa kopi yang berbeda-beda di daerah yang berbeda pula membuat Indonesia memiliki banyak kopi khas, tapi tahu kah anda jika di Banjarnegara memiliki kopi yang tidak kalah rasanya dengan Kopi Aceh, Kopi Toraja, Kopi Gayo, Kopi Wamena, Kopi Sumatera atau kopi-kopi yang lain di Indonesia.

Kali ini kita akan membahas kopi dari Banjarnegara, Jawa Tengah yang tidak kalah kualitasnya dengan kopi-kopi yang ada di daerah lain di Indonesia, lalu apa saja sih Kopi yang berasal dari Banjarnegara ?

1. Kopi Arabika Ratamba Banjarnegara

Kopi arabika ratamba merupakan kopi single origin dari kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah yang mulai populer oleh pegiat kopi nusantara setelah masuk peringkat 20 besar Kontes Kopi Spesialti Indonesia ke-7, tahun 2015 lalu di Banyuwangi, Jawa timur.

Kopi single origin arabika dari Desa Ratamba, Kecamatan Pejawaran ini terletak pada ketinggian lebih kurang 1250 Mdpl. Desa Ratamba berada di Banjarnegara bagian utara, berdekatan dengan wilayah Dataran Tinggi Dieng. Memakan waktu 1 jam jika ditempuh dari Kota Banjarnegara lewat jalur Karangkobar.

 

Pak Harjono adalah salah satu petani kopi di Desa Ratamba yang masuk dalam Kelompok Tani Kopi Sido Mulyo. Beliaulah petani yang paling gigih dalam bertani kopi, hal tersebut dilakukannya guna turut melestarikan potensi kopi arabika yang ada di Banjarnegara, Jawa Tengah. Sementara di sisi lain, mayoritas masyarakat Desa Ratamba masih banyak yang menanam kentang. Sehingga sudah sangat layak jika label Bapak kopi arabika ratamba dilekatkan padanya.

Cita Rasa Kopi Arabikca Ratamba

Pak Harjono yang sedang panen kopi

Kopi arabika ratamba memiliki cita rasa yang berkarakter asam fruity. Ditanam dengan pola tumpang sari bersama pohon Jeruk. Iinilah yang menyebabkan cita rasa kopi ratamba menjadi asam fruity, karena memang pohon kopi mudah menyerap unsur hara dari lingkungan di dekatnya yang dipengaruhi juga oleh tumbuhan yang ada di sekitarnya.

2. Kopi Robusta Banjarnegara, Dipanen Dengan Kesabaran dan Cinta

Banjarnegara beberapa tahun terakhir mulai menunjukkan peningkatan produksi dalam dunia per-kopi-an. Single origin kopi dari Banjarnegara sudah banyak bermunculan seperti arabika Ratamba dari Pejawaran, arabika Senggani dari Pegundungan, arabika Kalibening, arabika Kasmaran dari Pagentan.

Kok kopi arabika semua? ya enggak lah, Single origin robusta Banjarnegara juga ada banyak kok. Seperti salah satunya kopi robusta hasil panen salah satu petani kopi muda dari Desa Pesangkalan. Indra Cahaya Kusuma dengan sabar dan penuh cinta merawat lebih dari 500 pohon kopi robusta di lahan kebunnya yang berada pada ketinggian 800mdpl. Pohon kopi yang telah dia tanam sejak tahun 2011 sudah beberapa kali panen dengan kualitas baik.

Kita tahu bahwa karakter kopi robusta sangat tajem dengan rasa pahitnya. Kalau saya bilang rasa pahit “getir” di tenggorokan. Mas Indra dengan hati-hati mengolah proses pasca panen kopinya hingga menghasilkan kopi robusta yang memiliki karakter rasa cokelat dan manis terasa di lidah, dan gak berasa getirnya. Rasa pahitnya ya pasti masih tetep ada lah, namanya juga kopi.

“Kopi robusta Pesangkalan termasuk kopi organik, untuk sertifikatnya masih dalam proses pengajuan yang dibantu oleh Dinas Pertanian ke Lembaga Sertifikasi Pangan Organik (LSPO),” kata Mas Indra.
Kopi organik itu loh, yang pohonnya aja ditanam dan dirawat tanpa menggunakan zat kimia, tanpa dihujani dengan pestisida dan herbisida. Begitu juga dengan proses pasca panen yang tidak menggunakan bahan kimia.

Oh iya, Mas Indra juga memelihara beberapa luwak untuk mengolah kopi hasil panennya menjadi kopi luwak. Nah loh, baru tau kan di Banjarnegara jebul udah ada yang produksi kopi luwak.

Nah sebagai paragraf terakhir, gini aja. Meskipun peminat & penikmat kopi robusta gak sebanyak penikmat kopi arabika karena karakter pahitnya yang tajem dan kandungan kafeinnya lebih tinggi, tapi tetap saja selalu ada yang setia dengan nikmat pahitnya kopi robusta. Seperti halnya secangkir espresso lebih nikmat tersaji dari seduhan kopi robusta, atau sebotol kopi coldbrew lebih seger diseruput dari olahan kopi blend robusta dan arabika.

Google+