Kecanduan Medsos? Ini 5 Alasan Penting Kamu Perlu Detox Media Sosial

Sering  merasa iri melihat postingan temanmu di media sosial yang terlihat sangat bahagia? Atau kamu pernah merasa harus membagikan setiap momen kamu di Instagraml? Wah, itu tandanya kamu sudah mulai kecanduan media sosial. Tak hanya tubuh kita yang butuh mengeluarkan zat sisa metabolisme untuk menjaga keseimbangan kondisi jasmani tubuh alias detoks. Secara psikologis ternyata kita juga perlu melakukan proses "pembersihan" untuk me-refresh pikiran dan menyeimbangkan kondisi mental. Oleh karena itu, tidak ada salahnya jika kita memilih untuk rehat sejenak dari hingar bingar kehidupan dunia maya yang kadang melelahkan jiwa. Salah satu caranya adalah dengan detoks media sosial.

Langkah detox media sosial dilakukan cukup sederhana: tidak menggunakan media sosial apapun dalam jangka waktu yang sudah ditentukan oleh diri sendiri dan sepenuhnya komitmen terhadap upaya tersebut. Dalam proses social media detox, akses terhadap media sosial harus dinihilkan. Mungkin, bisa dengan deaktivasi akun kamu atau uninstall aplikasi terkait. Apa saja ya alasan dan manfaat positif dari detox media sosial?

1. Mengurangi efek negatif dari penggunaan media sosial

Media sosial juga punya sejumlah sisi negatif yang nggak boleh diabaikan, lho. Mulai dari bikin produktivitasmu menurun, membuatmu kurang bergaul dengan sekitar, sampai racun-racun cyber-bullying dan hoaks. Hal ini jelas dapat mempengaruhi kesehatan mental dan fisik, antara lain seperti stres, gangguan tidur, hingga kecanduan.

2. Lebih menikmati setiap momen nyata dalam hidup

Bukannya nikmatin konser yang lagi ditonton, kita malah sibuk instatory penampilan penyanyi kesukaan kita dengan maksud mau pamer di media sosial. Atau bukannya meluk temen yang udah lama nggak kita temui, kita malah megang hp buat ngerekam kedatengannya dan update di Instagram story. Yes, social media often distract us from the moment. Bukannya nikmatin apa yang lagi kita liat atau lakuin pada saat itu, kita malah terdistraksi dengan apa yang pengen kita update di media sosial. Sekedar scrolling timeline juga bisa ngalihin perhatian kita dari apa yang sebenernya lebih worth it buat diliat atau dinikmatin lho.. Misalnya aja pemandangan di luar jendela bus sepanjang jalan pulang. Dengan break dari media sosial, semoga aja kita bisa lebih ngehargain momen-momen kayak gini and fully enjoy it.

3. Lebih fokus dan produktif

Dengan break dari media sosial, kita bisa ngedorong diri kita buat ngisi waktu luang dengan hal-hal yang lebih berguna. Misalnya aja baca buku yang udah lama pengen kita selesain tapi nggak pernah kelaksana, atau sekedar buka situs berita buat nyari tau informasi terkini instead of liat-liat update di Twitter atau Instagram.

4. Kembali memiliki privasi

Macet di jalan? Update. Makan siang di wartegUpdate. Mau tidur? Update. Semakin sering kamu update di media sosial, orang lain akan mengetahui rutinitas kamu setiap harinya. Bukan hanya itu, lokasi aktivitas kamu juga bisa diketahui secara real-time. Jadi, bisa dikatakan bahwa kamu memperbolehkan orang lain untuk ‘berada di sekitar kamu’ secara virtual. Dengan break dari media sosial, kamu bakal lebih banyak waktu buat me time dan menjaga hal-hal privasi kamu. 

5. Lebih membuat mental sehat

Menurut penelitian, kebanyakan orang yang terlalu sering memantau media sosial pasti akan membandingkan dirinya dengan kehidupan orang lain yang biasa mereka lihat. Padahal, orang-orang yang kamu lihat cenderung cuma memamerkan sisi baik mereka.Hal ini tak jarang menimbulkan iri hati dan depresi. Depresi dan anxiety adalah beberapa penyakit mental yang timbul akibat kecanduan media sosial. Dengan detox, kamu bakal terhindar dari efek negatif tersebut sehingga tentunya berpengaruh terhadap mental yang lebih sehat .

Jadi, tertarik buat nyoba?

Google+