Kupat Tahu Batoar, Kupat Tahu Asal Temanggung yang Wajib Dicoba

JATENGLIVE.COM - Temanggung terkenal sebagai daerah penghasil kopi dan tembakau terbesar di Jawa Tengah. Hampir 40% Kabupaten Temanggung menyumbang produk kopi di Jawa Tengah. Sedangkan tembakau Temanggung dikenal sebagai bahan pembuat rokok kretek. Di Temanggung, tanaman tembakau ini banyak dibudidayakan di daerah lereng gunung Sumbing, Sindoro dan Perahu.

Namun Temanggung juga terkenal dengan beberapa kuliner khasnya. Salah satunya adalah Kupat Tahu. Warung Kupat tahu yang terkenal adalah Warung Kupat Tahu Batoar.

Untuk dapat menikmati makanan ini, kita bisa menyambangi Warung Kupat Tahu Batoar yang terletak di Jalan Gilingsari, Pandean, Temanggung, salah satunya. Lokasi ini termasuk menjadi salah satu pioneer karena sudah ada sejak 65 tahun silam dan kini dikelola oleh generasi ke tiga.

“Awalnya Mbah dulu yang pertama kali jualan dengan cara keliling, belum seperti sekarang. Karena rasanya yang katanya sangat enak, maka semakin banyak yang jadi pelanggan sampai akhirnya membuka kios seperti sekarang,” ungkap pengelola, Rosyidah.

Meski makanan dengan tampilan serta citarasa serupa banyak dijumpai di daerah lain, namun Kupat Tahu Temanggung tetap memiliki ciri khas tersendiri. Menurutnya, perbedaan mendasar terletak pada bahan baku dan racikan sambal kacang.

Saat mencicipi sepiring makanan ini, lidah kita akan merasakan sensasi nikmat berkat kombinasi pas antara ketupat, kecambah, kubis (kol), tahu goreng dipotong-potong dadu, irisan bakwan dengan sambal kacang yang dibuat dari bahan kacang goreng, bawang merah, bawang putih, cabai merah, serta kuah asam Jawa, terakhir ditabur dengan bawang merah goreng. Pas untuk santapan siang Anda?

“Kupat Tahu ini berbeda dengan yang ada di Magelang dan Semarang. Kalau di Magelang kol digoreng, tapi kupat tahu khas Temanggung disajikan secara mentah serta diberi tambahan bakwan goreng. Selain itu, sambal kacang yang disiram pun berbeda, teksturnya lebih kental dibanding sambal kacang Kupat Tahu Magelangan,” bebernya.

Untuk dapat menikmati satu porsi Kupat Tahu Temanggung, pengunjung tak perlu merogoh kocek terlalu dalam. Cukup membawa uang sekitar Rp 10 ribuan saja.

Kalau masih belum puas, warung ini juga menyediakan sajian ringan lain seperti tempe goreng, bakwan goreng, hingga misoa goreng. Sebagai pencuci mulut, jangan lupakan juga memesan minuman rakyat, yaitu Wedang Tape Ketan yang kini sudah jarang dijumpai di tempat lain.

“Sudah banyak yang datang ke warung ini untuk menikmati Kupat Tahu Temanggungan. Selain dari dalam kota, ada juga yang dari luar daerah seperti Semarang dan Jogjakarta, luar Jawa, bahkan turis luar negeri makan di sini,” kata dia. 

Artikel ini pernah ditayangkan di jateng.merdeka,com dengan judul Kupat Tahu Temanggung berusia 65 tahun ini patut dicoba.

Google+