Mau Jadi Istri Prajurit? Ketahui Dulu yuk Lika-Likunya!

Bagi sebagian perempuan, menjadi pendamping hidup prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) merupakan hal yang diidam-idamkan. Siapa yang tidak bangga memiliki suami berseragam gagah yang selalu sedia membela negara? Namun, tahukah kamu ika banyak proses yang harus dilalui calon pasangan prajurit?.

Menjadi istri prajurit tentulah tidak mudah. Ya, tugas pokok utama prajurit militer adalah menjaga keutuhan NKRI, yang mana tak jarang mereka harus ditugaskan menjaga perbatasan. Asal tahu saja, kedisiplinan sebagai anggota TNI tak hanya terjadi ketika mereka menjalankan tugas dinas atau latihan rutin.  Dalam persoalan menjalin kehidupan rumah tangga pun, para prajurit ini harus mematuhi segala aturan yang berlaku. Lalu bagaimana ya lika-liku menjadi calon pasangan prajurit TNI?

1. Syarat dan prosedur pernikahan yang rumit

Sebelum menghadap ke kesatuan, sang calon istri harus melengkapi berbagai dokumen yang cukup rumit. Ada banyak dokumen yang harus dipersiapkan ke Batalyon dan Kompi. Setelah berbagai prosedur lengkap, calon istri dan suami menemui pejabat kesatuan institusi tempat suami bekerja untuk melaporkan syarat administrasi yang telah dilakukan. Selain itu calon istri dan orangtua  juga harus dinyatakan bebas dari organisasi terlarang seperti PKI dan diuji pengetahuan kenegaraan dan kesanggupan mentalnya.

2. Siap berpindah tempat tinggal

Menjadi istri dari pria berseragam juga sudah harus siap untuk berpindah-pindah tempat tinggal. Semua bukan dari keinginan berdua, tapi atas perintah atasan. Padahal di tempat yang sekarang, tetangga sudah seperti saudara, lokasi sudah strategis dan semua kebutuhan mudah untuk dicari. Pindah ke tempat lain apalagi ke daerah yang sulit dijangkau dan jauh dari perkotaan adalah hal yang sebenarnya nggak mudah diterima. Yah, tapi apa mau dikata. Begitulah resikonya.

3.  Siap Hubungan Jarak Jauh

Siap untuk ditinggal bertugas hingga siap untuk menjadi seorang janda. Disini wanita tak boleh lemah, walau sebenarnya rindu terus menggunung menantikan suami. Seiring kinerjanya yang meningjat, tak jarang suami ditugaskan ke luar negeri. Tapi tak ada yang bisa merasakan sedihnya mengantarkan dan melepas kepergiannya. Tak ada kata-kata yang bisa mewakili hati yang sendu akan ditinggalkan dalam hitungan bulan bahkan tahun. 

 

Jadi, kamu sudah siap menjadi istri prajurit?

 

 

 

 

Google+