Mengintip Lung Anai, Desa Wisata di Calon Ibu Kota Indonesia

Keputusan pemerintah memilih Kabupaten Kutai Kartanegara dan Penajam Paser Utara sebagai ibu kota Indonesia akan berimbas pada kemajuan daerah sekitarnya, termasuk juga Desa Wisata Lung Anai.

Mari mengenal Lung Anai lebih dalam. Tidak seperti desa wisata di Bali, Lombok, atau Pulau Jawa yang sudah lebih dikenal, Desa Wisata Lung Anai hingga saat ini belum banyak diketahui oleh para wisatawan.

Padahal, desa ini merupakan salah satu titik lahirnya komunitas Dayak Kenyah, tepatnya sub suku Lepoq Jalan.

Suku Dayak Kenyah Lepoq Jalan sendiri menurut tetua adat berasal dari satu daerah di Malinau, Kalimantan Utara, tepatnya dari Desa Apau Kayan. Mereka saat ini bermukim di sekitar 20 desa di sekitar Kalimantan Timur. Namun komunitas yang terbesar berada di Lung Anai.

Menurut catatan sejarah, komunitas Dayak Kenyah Lapoq Jalan mulai datang ke Lung Anai pada kisaran tahun 1960-an saat Indonesia sedang gencar-gencarnya mengumandangkan perang dengan Malaysia.

Operasi militer itu konon membuat takut warga Dayak Kenyah dan memaksa mereka untuk mencari tanah bermukim di tempat lain.

Mencapai Desa Wisata Lung Anai tak mudah. Dari Samarinda dibutuhkan waktu tiga jam perjalanan darat. Medan yang berliku dan berbatu akan menyambut wisatawan pada sepanjang jalan. Benar-benar memacu adrenalin!

Meski demikian, bukan berarti pengunjung tidak bisa menikmati jalannya. Sebab, padang rumput yang hijau dan pohon-pohon yang rindang benar-benar memanjakan mata kita di sepanjang jalan menuju Lung Anai.

Salah satu penanda desa adalah keberadaan sebuah rumah Lamin, rumah adat Suku Dayak Kenyah. Rumah ini biasa digunakan untuk menyambut tamu dan menjadi pusat seluruh upacara adat.

Walaupun sudah mengenal modernitas, namun warga Desa Lung Anai masih menjaga tradisi mereka. Tak ayal jika tiap tahun banyak digelar upacara adat Dayak Kenyah.

Beberapa upacara yang bisa dinikmati, adalah upacara Undat yang merupakan pesta panen raya masyarakat Lung Anai. Jangan salah, pengunjung juga boleh ikut serta loh.

Rata-rata masyarakat menjadi petani dan perajin kerajinan tangan khas suku Dayak Kenyah. Jadi, kalau berkesempatan mengunjungi Lung Anai, jangan lupa untuk membawa pulang kerajinan khas mereka.
 

artikel asli: https://pesonaindonesia.kompas.com/read/2019/10/08/071500227/mengintip-lung-anai-desa-wisata-di-calon-ibu-kota-indonesia

Keyword:
Google+