Nikmati Yuk Soto Kemiri Khas Pati

JATENGLIVE.COM - Hampir semua daerah di Jawa mengenal soto, sebagai kuliner khas yang menyegarkan.

Sebut saja, semisal, ada soto Semarang, soto Kudus, ‎soto Sokaraja, dan aneka lainnya, dengan kekhasan masing-masing.

Di Pati, terdapat soto Kemiri, menjadi kuliner khas Bumi Mina Tani.

Andy Santosa, tampak baru saja menyantap tandas satu mangkuk soto kemiri, di warung milik Lasdi Tarzan, di deretan komplek cucian mobil, Jalan Kembang Joyo, turut Desa Gembleb, Pati.

Menurut Andy, soto kemiri memang memiliki tampilan dan cita rasa khas, yang berbeda dari lainnya.‎

‎"Saat disajikan, saya awalnya heran, tak ada suiran daging ayam di atasnya, hanya ada tauran tauge dan bawang goreng. Ternyata, dagingnya ayamnya disajikan sebagai lauk terpisah, dengan potongan yang lumayan besar," kata Andy.‎

Ayam disajikan terpisah di Soto Kemiri Khas Bumi Mina Tani Pati

Ayam disajikan terpisah di Soto Kemiri Khas Bumi Mina Tani Pati.

Diakui, ia sudah lama mendengar nama kuliner ini.

Namun, ini kali pertama ia men‎yicipinya secara langsung.

"Tadi kebetulan lewat Pati, jadi penasaran, terus dapat rekomendasi teman untuk ke sini," akunya.

Warna kuah soto kemiri sedikit keruh kekuningan, dan beraroma rempah.

Ini lantaraan terdapat campuran santan dan kunyit dalam bumbu kuah kuliner ini.

Warung soto kemiri milik Lasdi, memang tak jarang menjadi jujukan bagi mereka yang ingin merasakan segarnya semangkuk soto kemiri.

Lasdi, yang kini berusia 67 tahun, sudah berjualan soto kemiri sejak awal tahun 1970-an.

"Awalnya jualan di dekat pertigaan pabrik Garuda sana, pakai pikulan. Setelah beberapa tahun, tepatnya pada 1979, pindah dan menetap di sini," kata Lasdi.

Kendati sudah begitu lama berjualan soto kemiri, Lasdi juga tak tahu secara persis sejarah dari soto kemiri. Diakui, terdapat beberapa versi cerita, yang dituturkan secara turun temurun, mengenai soto kemiri.

Konon, kuliner soto kemiri merupakan ‎kudapan khas para pekerja tempo dulu, untuk bersantap siang. Di mana masa itu, banyak masyarakat yang tak mampu membeli daging sapi, ayam atau daging lainnya untuk pelengkap soto.

Guna melengkapi kekurangan itu, masyarakat kemudian mencampurkan kemiri, ke dalam bumbu soto, sebagai pengganti kaldu.

Kemiri dipilih lantaran sensasi rasa gurih yang ditimbulkannya.

"Dulu, ceritanya, ini menjadi menu istimewa bagi kaum pekerja dan rakyat jelata, saat makan siang," cerita dia.‎

Versi lain, nama soto kemiri ‎tersemat lantaran kuliner ini mulai muncul di Dukuh Kemiri, Desa Sarirejo, Kecamatan/Kabupaten Pati. Di wilayah itu, dulunya merupakan hutan rempah, berupa kemiri.

Dan memang, menurut Lasdi, kebanyakan penjual kuliner soto kemiri berasal dari Dukuh Kemiri, pun ia juga.

"Sekarang, soto kemiri tak hanya digemari oleh kalangan rakyat, pejabat juga ‎yang suka," ucap dia.

Tak heran, menurut dia, saat terdapat acara jamuan makan di Pendopo Kabupaten Pati, soto kemiri menjadi salah satu menu yang wajib ada, bersamaan dengan kuliner khas Bumi Mina Tani lain, yang juga melegenda.

Menurut seorang karyawan di warung soto kemiri 'Lasdi', warung tempatnya bekerja ramai dikunjungi pelanggan, terutama pada saat jam makan siang. Dalam sehari, warung soto kemiri tersebut bisa menjual sekitar 300 - 400 mangkuk.

Harga satu porsi soto kemiri pun sangat terjangkau, hanya Rp4.000. Sementara, untuk aneka lauk, semisal, sayap, kepala, sempol, dada, kerongkong, dan aneka bagian ayam kampung lainnya, dihargai antara Rp3.000 - Rp9.000. Cukup terjangkau bukan? Anda tertarik mencoba?



Artikel ini telah tayang di Tribunjateng.com dengan judul Cicipi Yuk, Segarnya Soto Kemiri ‎Khas Pati.

Google+