Sensai Memancing di Dataran Tinggi Jawa Tengah

JATENGLIVE.COM – SEMARANG, Telaga Cebong tak lagi asing bagi wisatawan yang hobi mengunjungi kawasan Dieng.

Danau yang terletak di bawah Bukit Sikunir, Sembungan Kejajar Wonosobo itu adalah kepingan keindahan yang ditawarkan kawasan berjuluk Negeri di Atas Awan tersebut.

Telaga Cebong bagian menambah lengkap paket Desa Wisata Sembungan selain Bukit Sikunir yang menawarkan keindahan panorama puncak.

Pengunjung bisa bersantai di tepi danau sembari menikmati keindahan telaga yang dikelilingi bukit hijau berselimut awan.

Tempat ini bahkan jadi camping ground favorit wisatawan yang ingin mendirikan tenda berlatar air tenang.

Selain memanjakan wisatawan, danau ini ternyata juga berarti bagi masyarakat setempat.

Di musim kemarau ini, saat air danau menyusut hingga permukaan dasarnya tampak, warga berbondong turun ke danau.

Dasar danau berubah kering karena air yang merendamnya lenyap dilahap kemarau. Hamparan lumpur yang mengeras itu pun seketika jadi tempat berkumpul.

Warga ramai-ramai menjamah tanah yang hanya timbul saat musim kemarau itu. Mereka saling lempar kelakar hingga tawa memecah kesepian danau.

Sebagian tak menyiakan kesempatan itu untuk melampiaskan hobi memancing. Mereka mendekati batas genangan air di yang semakin menjorok ke tengah karena mengering.

Puluhan alat pancing dipasang berjejer. Mereka yang bersaing mendapatkan ikan ini harus duduk berhimpitan demi menciptakan kehangatan.

Hawa dingin di desa yang disebut tertinggi di Pulau Jawa berketinggian di atas 2000 mdpl ini tak mampu ditangkal hanya dengan pakaian rapat.

Saya suka memancing, kadang di sini, kadang di danau lain,"kata Juwedi, warga Desa Sembungan, Kejajar Wonosobo

Selain tempat wisata, Danau Cebong jadi spot andalan para pemancing dalam melampiaskan hobinya. Saat debit air danau normal, Juwedi kerap menghabiskan waktu di tempat tersebut.

Di musim kering ini, saat debit air menyusut, para pemancing turun ke dasar danau yang berubah jadi tanah lapang. Ikan-ikan yang menghuni danau barangkali terdesak dan mengumpul di sisa genangan.

Dengan area danau yang menyempit, para pemancing berharap lebih mudah menarik ikan dari habitatnya.

Tetapi perkiraan pemancing sepertinya meleset. Menyusutnya debit air danau bukan berarti ikan lebih melimpah hingga mudah dipancing.

Juwedi justru merasakan sebaliknya. Ikan-ikan penghuni danau seakan ikut lenyap bersama hilangnya air danau karena kemarau. Juwedi bahkan menilai populasi ikan lebih banyak saat debit air danau normal.

Sebagian pemancing memang berhasil menangkap bermacam jenis ikan semisal Emas, dan Graskap dari danau tersebut. Tetapi jumlahnya diakuinya tak sebanyak saat debit air danau normal.

"Ikan di sini itu aneh. Danau kering, ikannya ikut hilang," katanya.

Artikel ini telah tayang di Tribunjateng.com dengan judul Mencoba Sensasi Memancing di Telogo Cebong Berada di Desa Tertinggi di Pulau Jawa, http://jateng.tribunnews.com/2018/09/20/mencoba-sensasi-memancing-di-telogo-cebong-berada-di-desa-tertinggi-di-pulau-jawa.

Penulis: khoirul muzaki 

Editor: galih permadi

Keyword:
Google+