Seorang Siswa Merasa Terintimidasi di SMAN 1 Semarang

JATENGLIVE.COM, SEMARANG - Tedi Bara, orang tua siswa SMAN 1 Semarang yang mendapat hukuman skorsing, merasa resah dan tidak tenang setiap selesai mengantarkan anaknya berangkat ke sekolahan.

Tedi mengungkapkan, setiap hari anaknya menerima intimidasi dari para guru yang mengajar maupun saat bertemu di luar jam pelajaran.

"Saya tidak tenang. Setiap malam anak saya bilang kalau diintimidasi. Kalau saya mengantar sampai sekolah, saya merasa seolah mengantarkan anak saya ke kandang macan," katanya, Jumat (2/3/2018).

Hal itu karena, saat ini anaknya sedang mempersiapkan diri menghadapi UN.

Namun di saat persiapan ini, anaknya dalam kondisi tertekan karena diintimidasi para guru. Hal itu pun membuatnya tidak tenang.

"Ini gara-gara kamu, makanya sekolah jadi tercemar. Ini salahmu. Kamu lakukan kesalahan sedikit saja, maka akan dikeluarkan," kata Tedi menirukan ucapan guru yang disampaikan anaknya.

Saat ini, lanjutnya, nilai pelanggaran anaknya mencapai 75 poin.

Jika anaknya melakukan sedikit kesalahan, maka anaknya terancam dikeluarkan dari sekolah sebagaimana yang terjadi pada Anindya Puspita Helga Nur Fadhila dan Muhammad Afif Ashor.

"Anak saya juga pengurus OSIS berasama Anin dan Afif. Tapi hanya dikenai skorsing dengan pembelajaran di ruang BK," ucapnya. (*)

 

Sumber: tribunjateng.com

 

Artikel ini pernah ditayangkan di tribunjateng.com dengan judul "Tedi Bara Orangtua Siswa SMAN 1 Semarang: Saya Merasa Mengantarkan Anak ke Kandang Macan".

Keyword:
Google+