Serunya Kulineran di Pasar Semarangan Tinjomoyo

JATENGLIVE.COM, SEMARANG - Sabtu (17/3), Pemerintah Kota Semarang kembali memperkenalkan destinasi baru kepada masyarakat Kota Semarang dan sekitarnya. Mirip dengan Pasar Karetan di Boja, diharapkan Pasar Semarangan ini akan lebih ngehits.

Berada di Kawasan Hutan Kota Tinjomoyo Kecamatan Banyumanik Kota Semarang, pemerintah mendirikan Pasar Semarangan Tinjomoyo. Suatu pasar berkonsep digital dalam transaksi yang dilakukan baik antara pedagang maupun pembelinya.

Pasar Semarangan Tinjomoyo hadir sebagai respon terhadap gagasan Kementerian Pariwisata (Kemenpar) RI yang memprogramkan 100 destinasi wisata digital di Indonesia. Dan kami yakini, ini adalah pasar digital pertama di Indonesia,” kata Juragan Pasar Semarangan Tinjomoyo, Mei Kristanti, Sabtu (17/3).

Mei mengutarakan, meskipun baru berstatus soft opening atau pengenalan, respon masyarakat sangat baik. Itu terlihat padatnya pengunjung dan bertransaksi di tiap lapak yang telah tersedia.

“Pada soft opening ini, kami sedikan 25 lapak. Mereka adalah perwakilan kelompok sadar wisata (pokdarwis) yang ada di Kota Semarang. Kemungkinan besar ke depannya akan bertambah, di saat sudah resmi dibuka,” ucapnya.

Mei menginformasikan, untuk pembukaan resmi bakal dilakukan Pemerintah Kota Semarang pada 7 April 2018 mendatang. Setelah itu akan dibuka setiap Sabtu mulai pukul 15.00 hingga pukul 21.00. Untuk transaksi, pihaknya menargetkan setidaknya bisa tercapai sekitar Rp 50 juta dalam satu hari kegiatan itu.

“Konsep utamanya adalah mewadahi seluruh pokdarwis di Kota Semarang untuk memasarkan, memamerkan, serta mempromosikan produk-produk khas maupun unggulan yang mereka miliki. Terlebih pada jenis kuliner yang masyarakat sudah cukup lama oleh tidak mendengarnya lagi,” bebernya.

Berkait kemudahan akses, lanjutnya, ke depan pemerintah akan menyediakan bus. Akan ada jalur yang bakal dibuka dengan menggunakan moda transportasi berupa Bus Rapid Trans (BRT). Untuk jumlah unitnya atau rute mana, hal tersebut masih didiskusikan oleh pemerintah setempat.

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengungkapkan, pembukaan Pasar Semarangan di Hutan Kota Tinjomoyo tersebut dilaksanakan bersamaan dengan Semarang Great Sale pada 7 April 2018 mendatang.

 “Di pasar ini, akan menjadi pasar digital terbuka. Pasar tradisional yang kami yakini sangat instagramble di alam terbuka. Apalagi sistem pembayarannya adalah non tunai. Harapan kami, ini bisa menjadi representasi pembangunan Kota Semarang sebagai Smart and Sustainable City ke depannya,” jelas Hendi –sapaan akrab Hendrar Prihadi--.

Sekadar informasi. Dahulu, Hutan Kota Tinjomoyo adalah sebuah kebun binatang atau tepatnya sebelum 2006 silam. Namun karena adanya banjir serta akses yang sempat terputus, kebun binatang tersebut dihilangkan atau dipindahkan secara menyeluruh ke Mangkang Kota Semarang.

Pascapemindahan itu, atau setelah 2006, areal hutan seluas sekitar 57,5 hektare tersebut semakin sepi pengunjung bahkan dapat dikatakan mangkrak. Dan setelah coba dihidupkan, direvitalisasi, secara berangsur mulai didatangi pengunjung.

“Dan untuk mendongkrak sektor kepariwisataan, kami kini coba lakukan terobosan baru, yakni melalui pendirian Pasar Semarangan Tinjomoyo. Harapannya, bisa semakin meningkat jumlah pengunjung di Tinjomoyo, termasuk juga semakin bergeliat pada sektor jasa perdagangan,” ucap Hendi. (Tribunjateng/cetak/Denny setiawan)


Sumber: tribunjateng.com
Artikel ini telah tayang di Tribunjateng.com dengan judul Asyiknya Wisata Kuliner di Pasar Semarangan Tinjomoyo, Pakai Transaksi Nontunai.

Google+