Soto Iga Keprabon, Jenis Kuliner Soto Baru di Solo

JATENGLIVE .COM, SOLO - Di Jalan Teuku Umar, Keprabon, Banjarsari Solo terdapat satu kuliner baru. Namanya, Soto Iga Keprabon.

Seperti namanya, rumah makan berkonsep Jawa ini memadukan soto dengan daging iga sapi.

Sedapnya bau kuah soto pun langsung tercium saat Tribunjateng.com mendatangi rumah makan ini, Senin (16/4/2018).

Rumah Makan Soto Iga Keprabon Solo, Senin (16/4/2018).

Rumah Makan Soto Iga Keprabon Solo, Senin (16/4/2018). (Tribunjateng.com/Akbar Hari Mukti)

Penyajian soto iga goreng bawang ini pun cukup unik. Daging Iga yang direbus selama 2,5 jam hingga empuk, lalu digoreng hingga berwarna keemasan, disajikan di piring bersama bawang goreng dan irisan tomat.

Di sampingnya, semangkok kuah soto lengkap dengan irisan daun bawang, seledri, hingga bawang turut membuat soto iga ini mengundang selera.

Arys Buntara (48) owner Soto Iga Keprabon menjelaskan bila kuliner soto iga ini adalah caranya menciptakan jenis kuliner baru di Kota Solo.

Apabila masyarakat familiar dengan sop iga, maka ia ingin menciptakan alternatif baru kuliner Solo di tengah-tengah masyarakat.

Soto Iga Goreng Bawang.

Soto Iga Goreng Bawang. (Tribunjateng.com/Akbar Hari Mukti)

"Akhirnya saya menciptakan sendiri menu ini, namanya soto iga goreng bawang. Yang saya yakin itu belum pernah ada di manapun," urai dia.

Arys menuturkan, sebenarnya sebelum menjadi soto iga goreng bawang, ia mewarisi resep masakan neneknya yakni soto dan iga.

Bermodal resep masakan yang belum pernah dirasakan siapapun selain keluarganya saja, ia pun memberanikan diri memodifikasi resep tersebut menjadi soto iga goreng bawang.

Selain soto iga goreng bawang, ada juga soto iga pedas, iga gongso dan lain-lain.

"Tetapi semua rebusan dari soto dulu. Artinya, basicnya dari soto," ungkap Arys.

Ia berkata, perbedaan soto iganya dengan soto-soto lain yang dijual di tempat lain, adalah daging di soto-soto lain biasanya tak dibumbui.

"Di sini, daging iga melalui proses pembumbuan saat direbus maupun digoreng, membuat daging menjadi semakin gurih dan enak," urai dia.

Soto Iga Goreng Bawang.

Soto Iga Goreng Bawang. (Tribunjateng.com/Akbar Hari Mukti)

Arys pun mengaku bukanlah seorang dengan latarbelakang pendidikan kuliner. Karena ia merupakan lulusan fakultas hukum Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo dan saat ini bekerja di sebuah LSM.

Meski begitu, memasak, baginya adalah hobi tersendiri.

"Saya ditantang teman-teman untuk menciptakan rumah makan, menjual makanan bagi orang-orang. Sekaligus melihat respon mereka. Wah saya tertantang, maka saya melaunching tempat makan ini, sejak sebulan lalu," papar dia.

Selain Soto Iga Goreng Bawang, ia mengungkapkan ada juga kuliner lain. Di antaranya Soto Iga Pedas, Iga Gongso, Iga Goreng Mentega, hingga Soto Iga ukuran besar dan kecil.

Harganya, lanjut Arys, cukup terjangkau. Yakni dari Rp 12 ribu hingga Rp 40 ribu seporsi. Seporsi Soto Iga Goreng Bawang, dinanderol Rp 40 ribu.

Tempat makan ini buka setiap hari dari jam 11 siang sampai 10 malam. (*)


Sumber: Tribunjateng.com
Artikel ini telah tayang di Tribunjateng.com dengan judul Jenis Kuliner Baru di Solo. Soto Iga Keprabon, Soto yang Dipadu Daging Iga Goreng Empuk.
 

Google+