Tahok, Makanan Tionghoa di Solo yang Mulai Sulit Dijumpai

JATENGLIVE.COM - Solo merupakan salah satu kota dengan kuliner yang tiada batas. Mulai dari kuliner tradisional, kuliner tionghoa, bahkan kuliner dari barat atau west food. Namun beberapa makanan sudah mulai langka. Salah satunya adalah Tahok.

Makanan khas Tionghoa, yakni tahok kini mulai sulit didapatkan di Kota Solo. Bahkan saat ini, hanya ada sejumlah pedagang makanan yang menjual kuliner terbuat dari bahan dasar kedelai tersebut. Salah satunya Pak Citro yang setiap hari menjajakan tahoknya di kawasan Pasar Gede.

Pak Citro menceritakan, dahulu jumlah pedagangnya cukup banyak, lebih dari 15-an. Namun saat ini, tinggal tiga orang saja, termasuk dirinya.

“Yang jual sudah pada meninggal, kalau dahulu jualan keliling, namun saat ini sudah tua jadi pilih berdagang seperti ini,” jelas Pak Citro.

Pria asal Bantul ini menceritakan, para pelanggannya setiap hari selalu ada. Bahkan, jika saat banyak pembeli, sebelum sore saja ia sudah pulang.

“Ya kadang ramai, kadang sepi, tergantung kondisi,” katanya.

Tahok. (MP/Win)

Tahok. (MP/Win)

Pak Citro yang sudah berjualan sejak tahun 1950-an ini menjual satu mangkok tahok dengan harga Rp 6.000 saja.

Jika dilihat sepintas, tahok ini terlihat lembut seperti puding. Namun bedanya, tahok ini disiram dengan campuran jahe dan rempah-rempah.

 

Artikel ini pernah ditayangkan di merah putih.com dengan judul penjual tahok tinggal tiga orang di Kota Solo.

Google+