JPO di Jalan Ahmad Yani Kurang Berfungsi

JATENGLIVE.COM, SEMARANG - Hendi Diyanto (34) menoleh kanan dan kiri saat akan menyeberang di jalan A Yani, Senin (19/2/2018).

Hendi yang bersama teman-temannya itu hendak menuju ke mal Matahari usai memarkirkan kendaraannya di area parkir Super Ekonomi (SE) yang berada di selatan jalan.

Padahal, tepat di dekatnya terdapat jembatan penyeberangan orang (JPO) yang dibangun Pemkot Semarang untuk dipakai warga yang menyeberang dari sisi utara ke selatan maupun sebaliknya.

Karyawan perusahaan swasta di Kota Semarang itu mengatakan, dirinya lebih memilih menyeberang jalan daripada menggunakan jembatan yang sudah ada karena lebih efektif cepat.

"Kalau lewat jembatan, masih naik tangga dulu baru nyeberang. Naiknya itu loh harus keluar tenaga, capek jalan ke atas," kata Hendi.

Jalan A Yani yang terletak di timur Simpanglima Semarang merupakan akses utama menuju wilayah timur Kota Semarang. Lalu lintas di jalan tersebut cukup pada. Bahkan kendaraan sering melaju dengan kecepatan tinggi.

Saat ditanya mengenai keselamatannya saat menyeberang di jalan, Hendi mengatakan, memang menakutkan menyeberang di tengah arus lalu lintas A Yani. Namun, dirinya berkilah sudah memastikan kondisi aman sebelum menyeberang jalan.

"Nunggu sampai aman lalu lintasnya baru menyeberang. Atau nunggu pas ramai-ramai dengan penyeberang lain, pasti kendaraan melambat," ujarnya.

Sejak selesai dibangun, jembatan penyeberangan di Jalan A Yani kurang berfungsi. Warga masih memilih menyeberang di jalan raya meski membahayakan keselamatan dan mengganggu arus lalu lintas.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang, M Khadik mengatakan, hingga kini memang masih banyak warga yang tidak menggunakan sarana JPO untuk menyeberang.

"Itu karena faktor kesadaran dari sendiri. Ada sarana JPO yang sudah dibangun oleh Pemkot Semarang tapi tidak digunakan," katanya.

Padahal, jika warga menyeberang secara langsung di jalan justru membahayakan diri sendiri. Selain itu, juga mengganggu lalu lintas kendaraan di jalan tersebut.

Dia menambahkan, pembangunan JPO tersebut sebenarnya dimaksudkan untuk mengatasi kemacetan yang sering terjadi di sekitar Simpanglima yang disebabkan banyaknya warga yang menyeberang dan beraktifitas di antara mal Matahari.

"Kamu juga sudah memasang Gazon (pembatas jalan). Namun warga tetap memilih menerobos pembatas itu," tambahnya.

Untuk itu, Dishub telah berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang agak meninggikan median jalan yang berada di tengah. Hal itu sebagaimana yang dilakukan di ruas jalan Jenderal Sudirman, Karangayu.

"Kalau mediannya ditinggikan, maka warga tidak bisa menyeberang sembarangan. Dan fungsi JPO bisa maksimal," jelasnya.

Khadik mengimbau kepada warga yang beraktivitas di area tersebut untuk menyeberang menggunakan jembatan yang sudah disediakan. Hal itu untuk menjaga keselamatan diri sendiri dan tidak mengganggu lalu lintas.

 

Sumber: tribunjateng.com

 

Artikel ini pernah ditayangkan di tribunjateng.com dengan judul "DUH! Masih Banyak Warga Menyeberang Sembarangan di Jalan Ahmad Yani Meski Ada JPO".

Google+