Kuliner Kudus: Gethuk Nyimut Kajar Khas Kudus Yang Terkenal

Jatenglive.com - Selain punya berbagai destinasi wisata, Kabupaten Kudus Jawa Tengah pun tak ketinggalan soal kulinernya.

Lentog Tanjung, Sate Kerbau, Pindang dan Soto Khas Kudus, serta Sego Jangkrik misalnya.

Namun tidak hanya makanan berat yang menjadi makanan khas Kota Kretek ini, karena ternyata Gethuk Nyimut dari Kajar juga menjadi camilan khas dari Kudus.

ADVERTISEMENT

 
 

 

Sebagaimana gethuk umumnya, Gethuk Nyimut juga berbahan dasar singkong.

Gethuk Nyimut berasal dari singkong yang direbus lantas dihaluskan. Selanjutnya dibentuk bulatan-bulatan kecil dan diisi dengan gula untuk memberikan penguat rasa.

Lantas gethuk itu digoreng.

Cara masak yang demikian itulah membuat Gethuk Nyimut menjadi camilan nikmat, garing di luar dan gethuk yang lembut di dalamnya.

Soal penamaan, Patmin Supriyono yang telah menjual Gethuk Nyimut selama 6 tahun ini pun menjelaskannya.

"Dulu itu ada orang China yang beli gethuk, lantas dia menyebutnya dengan gethuk imut."

"Sebutan inilah yang lantas dipakai dan tercetuslah 'Gethuk Nyimut Kajar'," jelas pemilik warung 'Gethuk Kajar Pak Min' ini kepada Tribunjateng.com, Senin (29/1/2018).

Warung Pak Min terletak di Dukuh Ndapur Kajar Kecamatan Dawe Kabupaten Kudus Jawa Tengah.

Namun Pak Min bukanlah yang pertama.

Di Desa Kajar sendiri, setidaknya ada tujuh warung yang menjual camilan khas Kudus ini.

Uniknya, hampir semua warung yang menjual Gethuk Nyimut berada di lokasi yang jalannya masuk, tidak di tepi jalan raya.

Beberapa warung menyediakan gazebo, sedang beberapa warung lainnya menggunakan lincak dan alas lesehan untuk tempat duduknya.

Suasana yang masih sangat tradisional inilah yang memberi kesan tersendiri.

Kebanyakan cara menggoreng Gethuk Nyimut juga masih menggunakan kayu bakar, sehingga menambah nuansa pedesaan.

Menurut penuturan Prayitno, seorang pembeli dan penikmat Gethuk Nyimut, kopi menjadi pendamping paling nikmat dalam menikmati santapan khas ini.

"Gethuk Nyimut paling cocok dinikmati kala masih hangat, bersamaan dengan secangkir kopi."

"Apalagi jika makannya masih di warungnya, suhu dingin di Desa Kajar yang merupakan kaki gunung Muria menambah nikmat hakikinya dari Nyimut ini," jelasnya.

Jika warung Pak Min menyediakan Gethuk Nyimut yang masih orisinil dengan gula pasir, maka beberapa warung lainnya ada yang menjual Gethuk Nyimut dengan olahan kekinian.

Yakni dipadukan dengan toping kekinian, laiknya coklat.

Jika dahulu penikmat gethuk berada dari warga sekitar, maka saat ini Gethuk Nyimut menjadi camilan populer yang didatangi wisatawan.

Jika weekend, warung-warung gethuk ramai mulai dari pukul 09.00 WIB hingga 19.00 WIB. (*)

 

 

(Artikel ini pernah tayang di Tribun Jateng dengan judul : "TAHUKAH ANDA? Gethuk Nyimut Kajar Kudus Yang Terkenal Itu, Pemberi Nama Pertama Kali Orang China")

Google+