Ini Alasan Timlo Solo Terkenal Selalu Ramai Pembeli!
Timlo, Perpaduan Cita Rasa Jawa dan Tionghoa
Timlo adalah salah satu hidangan khas Solo yang memiliki sejarah panjang. Kuliner ini dipercaya berasal dari kimlo, sup tradisional Tionghoa yang dibawa para saudagar China ke Pulau Jawa pada abad ke-19. Seiring berjalannya waktu, masyarakat Solo kemudian mengadaptasi resep tersebut dengan menyesuaikan bahan-bahannya agar sesuai dengan selera lokal. Jika kimlo menggunakan daging babi sebagai bahan utama, masyarakat Solo menggantinya dengan telur pindang, ati ampela ayam, dan sosis Solo. Perubahan tersebut melahirkan hidangan baru yang kini dikenal sebagai Timlo Solo, salah satu warisan kuliner hasil akulturasi budaya Jawa dan Tionghoa.
Cita Rasa
Sekilas, Timlo memang tampak seperti perpaduan antara sup dan soto. Namun, pemedanya adalah kuah bening yang kaya akan rempah-rempah, sehingga menghasilkan rasa gurih yang ringan namun tetap kaya cita rasa. Satu porsi Timlo Sastro biasanya berisi sosis Solo, telur pindang, ati ampela ayam, suwiran ayam, dan kuah bening hangat yang disajikan bersama nasi putih. Sosis Solo sendiri bukanlah sosis seperti pada umumnya, melainkan olahan daging ayam berbumbu yang dibungkus kulit tipis menyerupai risoles, kemudian digoreng hingga berwarna keemasan.
Berdiri Sejak 1952
Berbicara tentang kuliner khas Solo, Timlo Sastro menjadi salah satu destinasi yang tak pernah sepi dari pengunjung. Berdiri sejak 1952, rumah makan ini telah menjadi ikon kuliner Kota Surakarta yang tetap mempertahankan cita rasa autentiknya selama lebih dari tujuh dekade. Berawal dari warung kaki lima sederhana milik (Alm.) Sastro di kawasan Pasar Gede, Timlo Sastro kini terus menjadi tujuan wisata kuliner bagi masyarakat lokal maupun wisatawan. Timlo Sastro dulunya dikenal dengan nama Timlo Balong, mengambil nama sang pendiri, Sastro. Awalnya, warung ini berjualan di sebelah barat Pasar Gede. Namun setelah kawasan pasar direvitalisasi pada tahun 1958, Timlo Sastro berpindah ke lokasi barunya di belakang Pasar Gede dan tetap bertahan hingga sekarang.
Harga, Lokasi, dan Jam Operasional
Timlo Sastro memiliki dua cabang di Kota Solo.
- Cabang pertama berada di Jl. Abdul Muis No. 32A, Kepatihan Kulon, Kecamatan Jebres, dan buka setiap hari mulai pukul 06.00–15.00 WIB.
- Sementara cabang kedua berlokasi di Jl. Dr. Wahidin No. 30, Purwosari, Kecamatan Laweyan, yang melayani pelanggan mulai pukul 07.00–21.00 WIB.
Harga menu di Timlo Sastro juga cukup ramah di kantong, mulai dari Rp5.000 hingga sekitar Rp25.000, tergantung pilihan lauk yang diinginkan.
Bagi pecinta kuliner tradisional, Timlo Sastro menjadi destinasi yang wajib masuk dalam daftar kunjungan saat berada di Solo. Semangkuk timlo hangat dengan kuah gurih, sosis Solo, telur pindang, dan ati ampela bukan hanya memanjakan lidah kamu, tetapi juga menghadirkan pengalaman menikmati salah satu warisan kuliner legendaris khas Kota Surakarta loh...!
Baca Juga :