Sedang Trend di kalangan Anak Muda, Ini Sejarah dan Tips Belanja di Thrifting Shop
Saat ini berbelanja barang bekas atau lebih dikenal dengan nama thrifting shop sedang menjadi trend di kalangan anak muda. Thrifting Shop banyak menjual barang yang murah dengan kualitas yang tidak murahan. Banyak barang preloved yang bisa dijumpai di thrifting shop.
Namun tidak sedikit yang memandang sebelah mata soal kebiasaan belanja barang preloved ini. Kebanyakan dianggap hanya ingin tampil fashionable tanpa mengeluarkan biaya yang layak. Sebenarnya bukan itu alasannya, membeli di thrift shop adalah alternatif konsumsi pakaian yang lebih murah serta menunjang sustainable living.
Menurut World Wide Fund for Nature (WWF), sustainable living adalah sebuah gaya hidup yang menyeimbangkan upaya lokal dan global untuk memenuhi kebutuhan dasar manusia dengan tetap melestarikan lingkungan alam dari degradasi dan kerusakan.
Arti Thrifting Stop
Menurut kamus Merriam Webster, thrift shop atau thrift store adalah toko yang menjual barang bekas terutama pakaian dan biasanya bertujuan untuk amal. Jenis toko ini bergantung pada sumbangan dari orang-orang sekitar. Pakaian yang dijual dalam thrift shop sudah dibersihkan dan dikemas dengan baik sehingga pakaian bekas menjadi lebih rapi, bersih, berkualitas dan memiliki keunikan tersendiri, serta masih memiliki nilai jual.
Sejarah Thifting Shop
Dulu, pakaian tidak bisa dibuang karena mahal. Hal-hal mulai berubah dengan dimulainya Revolusi Industri. Pakaian mulai diproduksi secara massal dan dengan harga yang terjangkau. Orang akan lebih sering membeli pakaian baru dan membuang pakaian lama mereka.
Juga, populasi kota mulai tumbuh selama waktu ini. Ruang hidup semakin kecil, sehingga menyebabkan lebih banyak orang membuang barang-barang. Namun, masyarakat masih memiliki stigma bahwa mengenakan pakaian orang lain adalah tanda kekurangan uang.
Hal-hal mulai berubah ketika pelayanan Kristen mulai mengumpulkan barang-barang untuk dijual untuk mencoba mendanai program. Ini juga membantu bahwa orang Amerika selama ini mulai memberi lebih banyak untuk amal. Selama bertahun-tahun, toko barang bekas mulai bermunculan, mempekerjakan orang cacat dan bahkan menawarkan operasi layanan.
Manfaat Thrifting Store
Ada 5 hal yang menjadi daya tarik utama dari pola thrifting shopping:
1. Zero waste
Saat ini industri fashion memberikan dampak buruk pada bumi. Terlebih lagi berbagai brand fashion ready-to-wear di dunia kerap berkonsep fast fashion. Produksi sebanyak-banyaknya dilakukan untuk memenuhi kebutuhan pasar.
Masyarakat juga semakin konsumtif berbelanja pakaian sehingga limbah tekstil semakin banyak. Memanfaatkan pakaian atau tas bekas layak pakai bisa menjadi cara memakai ulang produk lama tersebut. Dengan demikian, kita bisa sedikit berkontribusi untuk mengurangi sampah di dunia.
2. Peduli akan nasib buruh
Menerapkan gaya fesyen lambat bisa menjadi cara untuk menciptakan kondisi yang lebih baik, salah satunya keselamatan kerja dan jam kerja panjang yang tidak manusiawi. Harapannya jika publik lebih banyak mengenakan item produksi slow fashion maka pelaku industi besar akan mengubah perilaku dan sistemnya.
3. Ramah di kantung
Membeli barang preloved jelas lebih ramah di kantung, karena produk Biasanya dijual dengan harga yang murah. Hal ini dikarenakan sang pemilik menjual tidak demi keuntungan saja melainkan berharap barang yang dijual bisa mendapatkan pengguna baru. Dan dana yang didapat bisa digunakan untuk membeli produk yang lain.
4. Tidak ada duanya
Metode ini menjawab persoalan banyak anak muda yang merasa produk fashion di pasaran tidak sesuai dengan seleranya. Dengan berbelanja di thrifting shop akan tersa unik dan tiada duanya.
Tips & Trick Berbelanja di Thrafting Shop
1. Periksa pakaian bekas dengan teliti (mulai dari jahitan, warna dan noda di pakaian)
2. Hindari pakaian yang perlu perombakan besar.
3. Tentukan budget yang akan dikeluarkan saat thrifting.
4. Merek bukan segalanya, hati - hati dengan barang KW.
5. Fokuskan perhatianmu pada barang yang memang dibutuhkan.
6. Jangan lupa dicuci!
Baca Juga :