Gagas Kampung Lestari, Mahasiswa UNNES Tawarkan Konsep Pemukiman Adaptif
SEMARANG — Laju urbanisasi yang pesat serta meningkatnya ancaman bencana hidrometeorologi akibat perubahan iklim menjadi tantangan serius bagi tata ruang permukiman di Indonesia. Kerap kali, sistem perumahan yang ada belum memiliki ketahanan (resilience) memadai sehingga rentan memicu kegagalan sistemik saat krisis terjadi.
Merespons kompleksitas tersebut, tim mahasiswa Universitas Negeri Semarang (UNNES) yang berlaga dalam Program Kreativitas Mahasiswa Asosiasi MIPA LPTK Indonesia (PKM AMLI) 2026 bidang Gagasan Futuristik Tertulis (GFT) merumuskan inovasi bertajuk KAMPUNG LESTARI.
Gagasan ini dirancang sebagai konsep kawasan adaptif terintegrasi yang mengelola air, pangan, energi, dan limbah secara sirkular demi mendukung visi Indonesia Emas 2045.
Ubah Paradigma Jadi "Buat-Pakai-Regenerasi"
Selama ini, pengelolaan air bersih, listrik, sampah, dan pangan cenderung berjalan secara sektoral. Pola linier "buat-pakai-buang" terbukti mempercepat penurunan kualitas lingkungan.
KAMPUNG LESTARI mendobrak pola lama tersebut melalui pendekatan Zero Resource Loss berbasis prinsip "buat-pakai-regenerasi". Dalam sistem ini, limbah atau output dari satu fasilitas diolah kembali menjadi input sumber daya bagi fasilitas lainnya.
Inovasi ini mengusung empat pilar utama yang dikoordinasikan melalui Resource Center:
- Water Resilience: Pemisahan limbah cair greywater (diolah via constructed wetlands, elektrokoagulasi, dan sinar UV) untuk irigasi/utilitas, serta blackwater untuk biogas.
- Circular Bio-System: Integrasi limbah organik dengan produksi pangan lewat vertical farming, akuaponik, dan biokonversi larva Black Soldier Fly (BSF).
- Energy Resilience: Penerapan smart microgrid berbasis panel surya photovoltaic, didukung oleh biogas dan pirolisis.
- Digital Governance: Pengelolaan data berbasis Internet of Things (IoT), edge computing, Digital Twin, dan AI secara bertahap, serta dilengkapi Community Dashboard.
Tata Kelola Hibrida Tetap Kedepankan Musyawarah Warga
Meski disokong infrastruktur teknologi digital canggih, KAMPUNG LESTARI tetap memegang teguh prinsip partisipatif warga melalui pendekatan human-in-the-loop.
Keputusan strategis kawasan—seperti alokasi air nonpotabel maupun jadwal energi komunal—tetap ditentukan melalui musyawarah dan pemungutan suara digital oleh masyarakat, sehingga ikatan gotong royong tetap terjaga.
Inovasi interdisipliner ini disusun oleh tim mahasiswa UNNES yang diketuai Syafiq Akmal Fauzan (Teknik Informatika), bersama Achmad Fauzan (Teknik Informatika), Mohammad Kresna Anugrah Raharjo (Teknik Informatika), Putri Angellina (Kimia), dan Nur Alfiati (Biologi), di bawah bimbingan dosen M. Faris Al Hakim, S.Pd., M.Cs.
Melalui cetak biru KAMPUNG LESTARI, tim UNNES menawarkan sudut pandang baru dalam membangun permukiman masa depan yang mandiri, adaptif, dan berkelanjutan.