Pengunjung Kebun Bunga Amarilis Menurun 50%







Kebun bunga Amarilis yang terletak di daerah Dusun Ngasem Ayu, Kecamatan Patuk, Gunungkidul identik dengan pemandangan yang sejuk dan indah. Pada tahun 2015, sempat terjadi insiden yang tidak mengenakkan. Kebun yang di penuhi dengan bunga Amarilis berwarna orange yang sangat indah itu, diinjak-injakpleh pengunjung yang ingin berfoto dengan background bunga amarilis.

Image result for Kebun Bunga Amarilis di Gunungkidul rusak

Kebun bunga ini mempunyai luas kurang lebih 3.500 meter. Sedangkan untuk bibit bunganya sendiri kurang lebih ada 500 bunga. Keindahan yang dimiliki oleh bunga amarilis ini tidak perlu diragukan lagi sehingga akan sangat cocok untuk kalian jadikan backgroud foto selfie nantinya.

Terlebih saat bunga-bunga tersebut bermekar menonjolkan warna yang indah seperti bunga tulip yang ada di negara kincir angin. Bunga jenis Hipeastrum Amaryllidaceae ini mekar setiap setahun sekali. Biasanya bunga akan mekar bulan November - Desember.

Menurut pemilik kebun Amarilis, Karsih mengatakan jika bunga ini akan mekar di awal musim penghujan dan hanya bertahan selama 2-3 minggu. Hanya bisa bertahan selama 2-3 minggu karena jika sering terkena hujan bunga in akan rusak.

Menjelang liburan akhir tahun natal dan Tahun Baru, jumlah pengunjung menurun mencapai 50%. Penurunan ini terjadi karena sejumlah faktor.

Kebun seluas 3.500 meter persegi ini tampak layu hanya beberapa yang berisi bungan yang tengah mekar. Bunga akan mulai bermekaran dengan sempurna pada 4 Desember. Dan pada tanggal tersebut ada sekita 1.000 orang pengunjung yang datang ke kebun Amarilis.

Image result for Kebun Bunga Amarilis di Gunungkidul

Pengunjung tahun 2019 ini tidak sebanyak tahun 2018. bhkan jumlahnya cenderung mengalami penurunan yang banyak.

"Tahun ini memang agak nggak bagus bunganya (bunga Amarilis yang bermekaran), karena tidak barengan yang mekar. Ya, kalau sekarang ini paling hanya 1-2 orang yang ke sini, itu juga hanya sebentar karena bunganya sudah layu mas," kata pemilik kebun ini.

"Tapi untungnya kalau pemesanan bibit (Amarilis) mengalami kenaikan, tapi yang pesan lho. Kalau yang beli langsung hanya sedikit," imbuhnya.

Keyword:
Google+