Unik! Wisata Religi di Kabupaten Tegal

Jatenglive.com - "Di Pondok ini terbuka untuk umum bagi siapa saja yang belajar tentang agama," tutur Ahmad Suyanto (52), staf Humas Pondok Pesantren At-Taudyyah Giren, kepada Tribunjateng.com.

Hal tersebut ia utarakan usai peresmian Desa Wisata Religi oleh Bupati Tegal Enthus Susmono.

Jika pada umumnya beberapa objek wisata adalah alam, ziarah walisongo, dan kuliner.

ADVERTISEMENT

 
 

 

Pemerintah Kabupaten Tegal mewujudkan visi dan misi Kabupaten Tegal yakni Mewujudkan Masyarakat Kabupaten Tegal yang Unggul, Mandiri, Berbudaya, Religius dan Sejahtera satu di antaranya melalui wisata religi Giren.

Religius, itulah satu di antara misi yang hendak diterapkan melalui pembukaan Desa Wisata Religi.

"Sebenarnya sebelum diresmikanpun, Pondok ini dan Desa ini sudah menjadi wisata religi bagi para penduduk yang ingin menimba ilmu agama. Pemerintah tentu mendukung adanya kegiatan tersebut," tutur Enthus Susmono, Bupati Tegal, kepada Tribunjateng.com usai acara, Rabu (24/1/2018).

Dari keterangan Humas Pondok, wisata yang ditawarkan yakni wisata ilmu pengetahuan berbasis agama.

"Semua orang bisa belajar apa saja di sini, kami juga mengadakan pengajian rutin di hari Selasa untuk perempuan, bisa saja orang bertamu untuk belajar akidah," terang Ahmad Suyanto (52) kepada Tribunjateng.com.

Hal tersebut ditegaskan pula oleh Iing Sholihin (53), staf Humas Ponpes, Pondok ini terbuka untuk umum. Acara pengajian dan kajian selama ini selalu padat pengunjung.

Selain peresmian Pondok At-Taudyyah sebagai satu di antara wisata religi di Kabupaten Tegal, hari ini ada juga penerbitan buku risalah.

Para santri dan tamu undangan mendapatkan buku tersebut dengan gratis.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Tegal, Suharinto, mengungkapkan kepada Tribunjateng.com akan mendukung penuh untuk kemajuan desa wisata religi ini.

"Kami nanti akan menampung aspirasi Pondok terkait pembangunan dan sebagainya. Kami tentu akan menggandeng pemerintah desa sini juga demi terwujudnya Desa Wisata yang semakin diminati warga," tutur Suharinto.

Terlihat keabraban tampak, KH Ahmad Saidi Bin KH Said berfoto bersama Bupati Tegal Enthus Susmono, dan para tamu undangan berfoto bersama.

Enthus Susmono, Bupati Tegal, kepada Tribunjateng.com juga ungkapkan semua usia bisa mengunjungi Pondok ini.

"Pondok ini terbuka bagi siapa saja, tidak terbatas usia. Asal mereka tidak ke sini karena paksaan. Niat yang besar untuk belajar ilmu agama adalah hal utama," terang Enthus.

Selain itu, rindahnya pepohonan membuat suasana pondok At-Taudyyah menjadi semakin nyaman untuk dijadikan wisata religi.

"Nyaman juga suasana di sini, jadi semakin nyaman untuk belajar," tutur Retno Suprobowati, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kab. Tegal, kepada Tribunjateng.com.

Diharapkan ke depannya wisata religi ini bisa menjadikan sarana menimba ilmu dan bisa bermanfaat untuk kehidupan.(*)

 

 

(Artikel ini pernah tayang di Tribun Jateng dengan judul : "Unik, Wisata Religi Desa Giren Kabupaten Tegal Gabungkan Ilmu Pengetahuan dan Agama")

Keyword:
Google+